Wilayah Perbatasan Butuh Identitas

Wilayah Perbatasan Butuh Identitas
EKSOTIS: Suasana destinasi wisata yang dikelola Pokdarwis Jogoboyo Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. (Pokdarwis jogoboyo for radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Kawasan perbatasan antara Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah dengan Kabupaten Kulonprogo di Daerah Istimewa Jogjakarta membutuhkan identitas. Identitas perlu sebagai penunjuk apabila pengguna jalan dari arah Jogjakarta telah memasuki wilayah Bumi Berirama.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Joko Wahyono, dalam acara Konferensi Kepala Desa yang diadakan di Aula Kecamatan Purwodadi kemarin (27/1). “Perlu dipertimbangkan membuat semacam tugu selamat datang saat memasuki Jalan Daendels di wilayah Purworejo,” tegasnya.

Kegiatan itu dihadiri tiga anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo. Mereka adalah Sekar Ati Argorini, Ajeng Dewi Purnamasari, dan Ardy Satya Dharma.

Selain itu, ada perwakilan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo. Acara ini dipandu Camat Purwodadi Hartono.

Menurut Joko, wilayah tetangga yakni Kulonprogo sudah membangun tugu identitas di tempat mereka. Selama ini, perbatasan antara Purworejo dengan Kulonprogo dibelah Sungai Bogowonto.

“Kulonprogo sudah membuat tugu untuk memperkenalkan wilayah dan menyambut wisatawan yang turun di bandara (Yogyakarta International Airport/YIA). Sementara kita, persiapan belum matang,” tambahnya.

Desa Jogoboyo sebenarnya sudah berusaha menyambut keberadaan YIA. Langkah yang dilakukan yakni membangun fasilitas wisata. Mereka menjual pinggiran Sungai Bogowonto sesuai kemampuan sebagai destinasi wisata.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa gandeng tangan dari Pemkab (Purworejo). Kami harapkan ada pancingan dari pemkab sehingga keberadaan destinasi di wilayah perbatasan bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Kepala Desa (Polosoro) Kabupaten Purworejo Suwarto, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan hal senada. Dia menilai saat ini menjadi penting bagi desa-desa di wilayah perbatasan mampu berdaya saing menyongsong hadirnya YIA dan Badan Otorita Borobudur.

“Wilayah perbatasan hingga saat ini masih memiliki beragam kendala dan keterbatasan. Khususnya, persoalan akses serta sarana prasarana. Tak terkecuali untuk wisatanya. Maka, ini perlu penanganan lebih,” kata Kades Jatimalang ini.

Menurutnya, langkah yang perlu dilakukan adalah memberikan dukungan akses infrastruktur yang baik. Selain itu, ada pengelolaan wisata yang terkoneksi dengan berbagai wisata lain. Tidak kalah penting pula untuk mendorong pengembangan atraksi wisata berbasis budaya.

“Jadi, ini penting bagaimana ketika wisatawan hadir atau masuk Purworejo itu mendapat kesan baik,” imbuh Suwarto. (udi/amd)

Punya Destinasi Unggulan, Purwodadi Layak Didorong

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo Sekar Ati Argorini mengungkapkan DPRD Kabupaten Purwoejo selalu hadir di tengah kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Tak terkecuali kebutuhan terkait keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo.

Dewan terus berupaya agar keberadaan bandara itu bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo. Terlebih, letak Kabupaten Purworejo dekat dengan lokasi bandara tersebut.

“Dengan wilayah Purwodadi, posisi bandara juga sangat dekat. Khususnya, bagi Jogoboyo dan Watukuro,” kata Sekar Ati.

Dia sangat mengapresiasi langkah desa-desa yang ada di wilayah perbatasan untuk berlomba mengembangkan wisata. Desa Jogoboyo memanfaatkan aliran Sungai Bogowonto. Sedangkan Desa Watukuro memiliki nilai sejarah yang amat tinggi.

“Kami sangat mendukung keinginan desa-desa di wilayah Kecamatan Purwodadi berlomba-lomba mengembangkan destinasi wisata. Dengan bergeliatnya wisata maka ekonomi masyarakat desa juga akan semakin meningkat,” imbuh Sekar.

Sekar menyebut banyak potensi wisata yang bisa digarap di wilayah Kecamatan Purwodadi. Bahkan, sudah ada banyak destinasi unggulan yang tergarap dengan baik seperti Pantai Jatimalang dan wisata mangrove di Desa Gedangan.

Sekar menegaskan segera meminta dinas-dinas terkait untuk memprioritaskan pengembangan wisata di wilayah perbatasan. Sealain itu, meminta dinas melakukan pendampingan yang terukur terhadap kelompok desa wisata. (udi/amd)

Lainnya