Keuangan 2022 Diproyeksi Rp 2,3 T

Keuangan 2022 Diproyeksi Rp 2,3 T
MUSRENBANG: Bupati Purworejo Agus Bastian membuka forum konsultasi publik dan masa Musrenbang 2021 yang dilaksanakan secara virtual di Command Center Pemkab Purworejo Kamis (28/1). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Potensi kemampuan keuangan daerah Pemkab Purworejo pada tahun angagran 2022 diproyeksikan sebesar Rp 2,3 triliun. Jumlah itu bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, lain-lain pendapatan daerah yang sah, dan penerimaan pembiayaan.

Bastian mengatakan ada sejumlah sasaran makro pembangunan daerah Kabupaten Purworejo pada 2022. Yakni, pertumbuhan ekonomi sebesar 3,93 sampai 5,2 persen, indeks pembangunan manusia sebesar 73,70, dan angka kemiskinan dari 11,42 menjadi 10,27 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,5. Sementara itu, nilai tukar petani sebesar 103,56.

Bastian meyakini dengan kerja keras dan kontribusi masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi dapat mempermudah pencapaian target tersebut. “Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat Purworejo akan tercapai,” harap dia.
Bastian menginginkan pembangunan yang berkelanjutan. Sebab, hal itu akan membawa implikasi pembuatan program pembangunan yang fokus pada dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang.

”Harapannya, penyusunan RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) tahun 2022 agar inovatif dan mengarah pada perubahan untuk mengantisipasi berbagai tantangan dan peluang ke depan,” sebut dia.

Menurutnya, ada lima isu startegis pembangunan di Kabupaten Purworejo pada 2021 hingga 2026. Yakni, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, kebencanaan dan pelestarian lingkungan, kualitas sumber daya manusia, serta tata kelola kelembagaan.

“Berdasarkan isu-isu tersebut, tema perencanaan pembangunan Kabupaten Purworejo tahun 2022 adalah mewujudkan Purworejo berdaya saing melalui percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan infrastruktur,” tegasnya.

Disebutkan, pembukaan musrenbang tersebut menjadi awal dari serangkaian proses perencanaan pembangunan daerah periode 2022 selama dua bulan ke depan. Rangkaian proses perencanaan selanjutnya adalah pelaksanaan musrenbang kecamatan, forum perangkat daerah, dan lintas perangkat daerah. Penutupan musrenbang dijadwalkan Maret mendatang.

Bastian berharap seluruh pihak dapat memanfaatkan beberapa forum yang telah disiapkan tersebut untuk menyampaikan aspirasi. “Tantangan yang akan dihadapi akan semakin berat. Apalagi, masih di tengah wabah pandemi Covid-19,” tandas dia. (han/amd)

Lainnya