Sembako Tetap Laris, Daging Broiler Turun

Sembako Tetap Laris, Daging Broiler Turun
DI PASAR KUTOARJO: Pedagang daging ayam yang berjualan di halaman Pasar Induk Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, kemarin (28/1). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Komoditas kebutuhan pokok tetap dibeli masyarakat selama pandemi virus korona (Covid-19). Komoditas seperti beras, minyak, gula, sayuran, dan daging tetap laris.

Hal itu terungkap dalam pantauan Radar Purworejo di Pasar Induk Kutoarjo kemarin (28/1). Pedagang sembako, sayuran, dan daging mengambil area di halaman pasar dan pinggir ruas-ruas jalan sekitar pasar. Sementara itu, pembeli tetap berusaha menjaga jarak. Bahkan, beberapa pembeli memilih tidak turun dari sepeda motor saar berbelanja.

Umi Kulsum, 43, pedagang daging ayam, mengungkapkan, sejak pandemi kondisi berubah drastis. Meski harga daging ayam stabil, pembeli justru turun. Pelanggannya saat ini kebanyakan pengelola rumah makan.

“Daging ayam Rp 32 ribu per kilogram. Sepi, ya mau bagaimana lagi. Orang-orang memang jadi takut ke pasar sejak ada korona. Mayoritas pelanggan, kalau saat ini, ya rumah makan. Tidak untuk dikonsumsi tetapi dijual kembali dalam bentuk masakan,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo Nanda Setiarini mengamini hal tersebut. Menurutnya, sejauh ini kondisi pasar masih relatif normal. Meskipun, nilai transaksi jauh menurun jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

“Setiap minggu kami merekap harga-harga komoditas di pasar. Yang masih mampu bertahan adalah komoditas sembako, sayuran, dan daging. Kami memantau empat pasar induk terbesar di Kabupaten Purworejo. Antara lain, Pasar Baledono Purworejo, Pasar Suronegaran Purworejo, Pasar Kaliboto Bener, dan Pasar Kutoarjo,” ucapnya.

Dijelaskan, berdasarkan pantauan harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat dan barang pokok penting strategis di Kabupaten Purworejo periode minggu keempat 25 Januari menunjukkan terjadi fluktuasi harga. Kenikan harga terjadi untuk beberapa komoditas.

“Sejauh ini, untuk komoditas kebutuhan pokok antara stok dan permintaan relatif stabil dan aman,” jelasnya.

Kenaikan untuk beras hanya terjadi pada jenis IR 64 medium. Harga semula Rp 8.750 ribu menjadi Rp 9 ribu per kilogram. Sementara harga IR 64 premium justru turun dari Rp 10.250 menjadi Rp 10.125 per kilogram.

Sedangkan harga komoditas gula pasir naik dari Rp 12.750 menjadi Rp 12.875 per kilogram. Sementara minyak goreng stabil di harga Rp 13.875 per kilogram.
Harga cabe rawit merah juga mengalami kenaikan. Naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 67 ribu per kilogram.

Harga cabe merah besar turun dari Rp 32.500 menjadi Rp 31.500 per kilogram. Harga cabe merah keriting turun dari Rp 43.500 menjadi Rp 38.750 per kilogram. Cabe rawit hijau juga turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 47.750 per kilogram.

Harga bawang putih impor Honan naik dari Rp 22.250 menjadi Rp 29.500 per kilogram. Bawang putih kating juga naik dari Rp 27 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram. Harga bawang merah turun dari Rp 31.500 menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga kacang tanah naik dari Rp 24.750 menjadi Rp 24,875 per kilogram. Sedangkan harga kacang hijau naik dari Rp 20.250 menjadi Rp 20.750 per kilogram

Kenaikan harga juga terjadi pada konoditas telur ayam kampung. Harganya naik dari Rp 53.250 menjadi Rp 54.750 per kilogram. Namun, harga telur ayam broiler justru turun dari Rp 21.250 menjadi Rp 20.875 per kilogram.

Untuk komoditas daging ayam broiler, harganya turun dari Rp 31.625 menjadi Rp 31.500 per kilogram. Daging ayam kampung stabil pada harga Rp 72.500 per kilogram. Harga daging sapi naik dari Rp 127 ribu menjadi Rp 130 ribu per kilogram. (tom/amd)

Lainnya