Ubah Sampah Plastik Menjadi Biosolar

Ubah Sampah Plastik Menjadi Biosolar
Mahasiswa Universitas Muhammadiha Purworejo (UMP) mengikuti program KKN dengan memberikan pelatihan autocad bagi pemuda Desa Polowangi, Kecamatan Pituruh, Purworejo, kemarin (28/1).

Radar Purworejo Kuliah kerja nyata (KKN) yang diadakan dalam situasi pandemi Covid-19 harus disiasati oleh dunia kampus. Protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan namun program akademik harus tetap berjalan.
Seperti halnya yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) yang tetap mengelar kerja lapangan ini. Salah satunya di Desa Polowangi Kecamatan Pituruh Purworejo. Dosen pembimbing lapangan Nur Ngazizah mengatakan jika mahasiswanya diarahkan untuk menjalankan tiga program kegiatan.
“Kami menggelar KKN selama 30 hari mulai 5 Januari hingga 3 Februari mendatang,’’ kata Ngazizah, kemarin (28/1).

Tiga program yang dijalankan adalah pelatihan pembuatan biosolar dari sampah plastik, peningkatan kemampuan autocad serta pembuatan kue putu ayu berbahan dasar tradisional yakni temu lawak.
Menurutnya, pemilihan pembuatan biosolar dipicu banyaknya sampah plastik. Dan keberadaannya selama ini terkadang hanya dibakar atau dibuang begitu saja tanpa dimanfaatakan dengan baik.”Kami berinovasi dengan mengubah sampah plastik yang ada itu dengan biosolar,” imbuh Ngazizah.
Sedangkan pelatihan autocad diarahkan dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna. Ini dimaksudkan untuk peningkatan skill pemuda sehingga bisa digunakan bagi mereka sendiri ataupun kelompok.
Sedangkan untuk kalangan wanita di desa setempat diajak untuk memiliki kemampuan membuat kue dengan bahan yang tersedia di sekitar tempat tinggal mereka. Dan temu lawak menjadi jawabannya karena selama ini banyak tumbuh di desa tersebut.
“Potensi temu lawak sangat tinggi. Eman-eman kalau hanya sekadar dijual begitu saja. Alangkah baiknya jika kita tingkatkan nilai jualnya sehingga ada pendapatan lebih bagi ibu-ibu,” jelas Ngazizah.

Perangkat desa setempat, Agus Suparmin memberikan apresiasi bagi kegiatan KKN yang diadakan mahasiswa UMP. Apalagi kegiatan yang dilakukan cukup dibutuhkan oleh warga.
“Ini banyak manfaatnya, karena bisa mengurangi sampah plastik di desa kami, anak muda punya skill yang baik tentang autocad dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan ibu-ibu mengolah temu lawak jadi bahan kue,” kata Agus.

Lainnya