30 Masuk Lagi, 7 Tak Kembali

30 Masuk Lagi, 7 Tak Kembali
MODAL: Pedagang kaki lima yang sebelumnya keluar kembali menempati stan di Shelter Kuliner Kutoarjo di Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, emarin (29/1). (BUDI AGUNG/RADAR OURWOREJO)

RADAR JOGJA – Puluhan pedagang kaki lima yang sempat keluar dari Shelter Kuliner Kutoarjo sudah kembali. Para pedagang tersebut sebelumnya berjualan di luar pusat kuliner yang berada di kawasan Alun-Alun Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, tersebut.

Tercatat ada 37 dari 62 pedagang yang sempat berjualan di luar shelter. Dari jumlah itu, sebanyak 30 pedagang bersedia kembali masuk berjualan di shelter. Sedangan tujuh pedagang lainnya memilih tidak kembali ke shelter.

Mereka berdalih kurang laku apabila berjualan di shelter. Namun, mereka tidak berjualan di trotoar Alun-Alun Kutoarjo. Mereka memilih berdagang di seputar kawasan rumah dinas wakil bupati Purworejo

“Para pedagang kaki lima ini memang tidak menempati atau kembali ke alun-alun tapi menempati trotoar yang ada di seberang alun-alun atau di Jalan Diponegoro,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Purworejo Budi Wibowo kemarin (29/1).

Dijelaskan, sosialisasi agar para pedagang kembali ke dalam shelter sudah dilakukan pekan lalu. Petugas lantas melakukan pemantauan pada Senin dan Selasa lalu.

Usai dua hari pemantauan, petugas gabungan melakukan penertiban untuk memastikan seluruh pedagang kembali ke shelter kemarin. Petugas tersebut berasal dari Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo.

“Dari pantauan kami, ada tujuh pedagang yang tidak kembali ke shelter. Mereka sudah memiliki tempat untuk berjualan di tempat yang baru,” tambah Budi.
Selain melakukan penertiban di kawasan shelter, petugas juga menertibkan pedagang kaki lima. Khususnya, PKL jajanan anak sekolah. Selama ini mereka berjualan di bawah pohon kersen di depan sekolah dasar seputar Alun-Alun Kutoarjo.

“PKL jajanan sekolah ini cukup banyak. Ada sekitar tiga puluh orang,” terang Budi. Keberadaan puluhan PKL tersebut dinilai menggangu aktivitas belajar siswa dan menutup wajah sekolah. Sebab, banyak PKL menempati trotoar yang ada tepat di depan sekolah.

“Solusi kami adalah melakukan pengundian titik di mana mereka kami tempatkan di pelataran shelter. Semua sudah mendapat tempat yang baru,” ungkap Budi. Menurutnya, pihaknya masih memiliki beberapa kegiatan penertiban PKL di seputar kawasan Kota Kutoarjo. Diharapkan pedagang mengikuti aturan sehingga kawasan tersebut menjadi lebih bersih dan tertata. (udi/amd)

Lainnya