Gunakan Rayuan Maut lewat FB

Gunakan Rayuan Maut lewat FB
Zaenur Rohman, 28, warga Dusun Wonosari, Desa Sedayu, Kecamatan Loano ditunjukkan kepada awak media di Mapolres Purworejo dalam kasus asusila, kemarin.

 Radar Purworejo Zaenur Rohman, 28, warga Dusun Wonosari, Desa Sedayu, Kecamatan Loano harus berurusan dengan hukum akibat ulah bejatnya. Ia tersandung kasus pencabulan dan harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolres Purworejo.

Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Agil Widiyas mengungkapkan, tindak asusila yang dilakukan Zaenur berawal dari perkenalan dengan korban pada akhir Juli 2020 melalui Facebook. Korban yang terpikat bujuk rayu pelaku hingga akhirnya memutuskan untuk berpacaran.
Tidak selayaknya hubungan yang ingin menjaga pasangannya, justru niat busuk pelaku yang muncul. Jumat (21/8) 2020 pukul 14.00, pelaku berhasil membujuk korban ke Objek Wisata Sigendol, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing.
“Setiba di lokasi, aksi cabul dilancarkan tersangka di luar batas. Tidak berhubungan intim tetapi menjamahnya dengan tangan. Berhasil sekali, pelaku kembali mengulangi aksi bejatnya di lokasi yang berbeda. Hingga akhirnya korban mengeluh sakit,” ungkapnya, kemarin (29/1).
Mengetahui korban mengeluh sakit, tersangka tidak berhenti malah semakin liar. Empat hari pasca korban mengeluh sakit di bagian organ intimnya, tepatnya (28/8) sekitar pukul 06.45, korban diajak ke sebuah penginapan di bilangan Sleman, Jogjakarta.
Alih-alih memastikan sakit yang dirasakan korban, tersangka tidak kuat menahan nafsu hingga akhirnya menyetubuhi korban. Korban berusaha menolak namun sudah tidak berdaya. Orang tua korban yang tahu apa yang dialami anaknya akhirnya tidak terima kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. “Mendapat laporan tersebut kami langsung melakukan penyelidikan dan menangkap terhadap tersangka,” ucapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, kerudung, buste hounder (BH), tanktop, celana dalam, celana jeans, sepeda motor AA 5987 NL, sprei, kertas fotocopy data kendaraan tamu penginapan 28 Agustus 2020 dan kertas fotocopy data kendaraan tamu penginapan tertanggal 21 September 2020. “Screenshot percakapan antara korban dan tersangka pada tanggal 25 Desember 2020, 26 Desember 2020 berikut handphone Redmi Note A5 warna hitam milik tersangka juga kami amankan sebagai barang bukti,” katanya.
Di hadapan petugas, tersangka mengaku menyesali semua perbuatannya. Dia mengaku khilaf. Tersangka yang belakangan diketahui sebagai seorang pengangguran dan bekerja serabutan mengaku  sangat menyesal dengan perbuatan ini.

Atas kejahatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1) dan Pasal 81 ayat (2)  UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Lainnya