Pasang EWS di Kali Jali dan Kali Dulang

Pasang EWS di Kali Jali dan Kali Dulang
Tim dari UNS didampingi Kades Krandegan Dwinanto melakukan survei di titik petemuan Kali Jali dan Sungai Dulang yang ada di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan Purworejo.

Radar Purworejo Sungai Jali dan Sungai Dulang di wilayah Kecamatan Bayan memiliki titik temu di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan Purworejo. Jika terjadi luapan secara bersamaan, desa tersebut kerap mengalami kebanjiran.
Walaupun sudah terbiasa dengan kondisi itu, namun kesibukan menjelang terjadinya banjir harus dilakukan oleh warga. Selama ini, warga terpaksa melakukan pengecekan secara rutin jika terjadi banjir secara bersamaan.”Kalau malam hari dan terjadi hujan deras, pesawat handy talky (HT) dan handphone terus siaga untuk meminta informasi seputar ketinggian air,” kata Kepala Desa Krandegan, Dwinanto,kemarin (29/1).
Nah, melihat kesibukan tersebut, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan semacam sensor untuk bisa mengetahui ketinggian air. Deteksi ini akan terhubung dengan handphone sehingga keributan dalam pesawat radio atau handphone tidak lagi terjadi.

Ide dari desa tersebut ditangkap oleh Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) yang tengah memberikan pendampingan bagi desa tersebut. Melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakatnya UNS, mereka berinisiatif untuk mengembangkan alat yang ada dan dijadikan alat early warning system atau EWS.”Rencanananya Februari nanti, alat itu sudah dipasang,” imbuh Dwinanto.
Lebih jauh dikatakan adanya bantuan dari UNS itu memang sangat membantu wilayahnya serta beberapa desa di Kecamatan Bayan yang selama ini selalu terdampak adanya luapan Kali Jali dan Sungai Dulang. “Pendanaan ini semua ditanggung oleh LPM UNS,” katanya.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Edy Purwanto mengaku, keberadaan alat itu nanti bisa sangat membantu untuk upaya kewaspadaan dini jika terjadi luapan di Kali Jali dan Sungai Dulang.Pihaknya sendiri merasa terbantu jika ada pihak yang memberikan bantuan tersebut. “Selama ini di Purworejo baru ada dua sungai yang memiliki deteksi dini untuk mengetahui ketinggian air saat terjadi banjir yakni di Bogowonto dan Kali Jali,” jelas Edy.
Saat dilakukan survei lapangan oleh Tim UNS sendiri, Edy mengaku dihubungi namun tidak bisa mengikuti karena ada kegiatan pelatihan di Desa Sudorogo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo.

Lainnya