Kekerasan Perempuan dan Anak Terus Meningkat

Kekerasan Perempuan dan Anak Terus Meningkat
Pemasangan stiker pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh  Dispermades P3A Kebumen di sejumlah angkutan umum di Terminal Tipe C Kebumen, kemarin (31/3).

Radar Kebumen Kasus kekerasan pada perempuan dan anak terus meningkat setiap tahun. Sesuai dengan data Kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (KKGBA) pada anak mencapai 84 kasus pada 2020. Sebelumnya, ada 61 kasus ditemukan pada 2018 dan 68 kasus pada 2019.

Sedangkan kekerasan terhadap orang dewasa, ditemukan 43 kasus di tahun 2018. Angka itu meningkat mencapai 60 kasus ditemukan pada 2019 dan kasus kekerasan terhadap orang dewasa menurung pada 2020 sebanyak 32 kasus. “Dan berdasarkan data, kkerasan seksual adalah jenis kekerasan paling banyak ditemukan. Mencapai 70 kasus di tahun 2020, dan hanya 50 kasus pada 2019,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dispermades P3A Kabupaten Kebumen  Marlina Indriyaningrum, kemarin (31/3).

Nah, di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, Marlina berharap orang tua semakin peduli dengan anak-anak. Jika tidak ada pengawasan, dikhawatirkan anak-anak akan terlibat dalam berbagai jenis kekerasan. Terlebih, karena penggunaan gadget secara bebas karena tuntutan sekolah daring.
Marlina menjelaskan, berbagai bentuk sosialisasi dilakukan terhadap masyarakat agar lebih paham dan peduli dalam pencegahan kekerasan. Salah satunya dilakukan dengan pemasangan stiker di 12 angkutan umum di Terminal Tipe C Kebumen. Angkutan umum ini dipasangi stiker pencegahan kekerasn terhadap perempuan dan anak kemarin (31/1). Hal tesebut diinisiasi oleh  Dispermades P3A Kebumen bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kebumen.

Angkutan bus umum, lanjut Marlina, dipilih karena masyarakat sering menggunakannya sebagai moda transportasi. Harapannya  masyarakat bisa melihat pesan terkait pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. “Sehingga diharapkan akan menjadi angkutan ramah anak,” kata Marlina.

Meski demikian, kekerasan perempuan dan anak di angkutan umum belum pernah ditemukan sampai sekarang. Selain 12 angkutan bus umum, pemasangan stiker pencegahan kekerasan akan dilakukan pada angkutan desa. Sehingga sosialisasi terkait pencegahan kekerasan melalui stiker bisa terus meningkat setiap tahunnya.
Sementara itu, sopir angkutan umum jurusan Kebumen-Gombong Widiarto, berharap masyarakat akan lebih peduli dengan adanya stiker berisi pesan cegah kekerasan. “Pemberian stiker bagus, agar mengingatkan kita untuk sadar tidak boleh melakukan kekerasan kepada siapa pun. Khususnya perempuan dan anak,” ungkap Widi. (eno/din/er)

Lainnya