Pengawas Wajib Pantau Kemampuan Siswa

Pengawas Wajib Pantau Kemampuan Siswa
PERHATIKAN: Bupati Purworejo Agus Bastian memberi penjelasan dalam Rakor Pemberdayaan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, kemarin (31/3). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pengawas sekolah harus senantiasa memantau kemampuan para siswa. Hal itu penting untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Purworejo yang mampu berdaya saing.

Pernyataan itu ditegaskan Bupati Purworejo Agus Bastian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, kemarin (31/3). “Pendidikan adalah investasi penting dan menentukan masa depan masyarakat dan bangsa. Dengan pendidikan, kualitas SDM akan baik dan akan melahirkan tokoh yang mampu menggerakkan roda pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ucapnya.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto. Tampak pula Kabag Humas dan Protokol Setda Purworejo Rita Purnama.

Dijelaskan, Pemkab Purworejo hanya memiliki kewenangan untuk mengurus program pendidikan SD dan SMP. Namun, pendidikan tingkat SD dan SMP justru merupakan pondasi. Ibarat kertas kosong yang masih perlu ditulis dengan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat sehingga akan sangat berguna saat memasuki dunia kerja nantinya.

“Saat ini ada YIA (Yogyakarta International Airport), BOB (Badan Otorita Borobudur), Bendungan Bener, semua menjadi harapan dan menuntut kualitas SDM yang bisa bersaing dengan SDM daerah lain,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan menjadi bidang penting yang harus terselenggara dalam kondisi seperti apapun. Termasuk saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Proses pendidikan harus tetap berjalan meskipun dengan melakukan pembelajaran secara daring atau online.

Terkait pelaksanaan ujian sekolah yang sebentar lagi akan diselenggarakan, Bupati mengingatkan agar ujian harus tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. “Pengawas diharapkan dapat memberikan contoh dalam menerapkan 5M. Dalam waktu tidak lama lagi, kita juga akan segera melakukan sekolah tatap muka,” ujarnya.

Bupati juga menyingung perihal penggabungan regrouping) SD. Menurutnya, langkah tersebut diambil dengan maksud untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sekolah. Regrouping bertujuan meningkatkan layanan pendidikan lebih efektif dan efisien agar rasio antara guru dengan murid SD di Kabupaten Purworejo dapat ideal. Selain itu, pengelolaan sekolah berbasis manajemen berbasis sekolah (MBS) menuju peningkatan mutu dapat berjalan dengan baik.

“Semua harus berjalan efektif dan efisien untuk melahirkan SDM yang berkualitas,” tegasnya.

Kepala Dindikpora Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto menambahkan, pihaknya bersama pengawas sekolah tengah mempersiapkan pelaksanaan ujian sekolah. Seluruh pengawas diharapkan dapat saling berkoordinasi untuk menghasilkan soal-soal yang berkualitas dan bermutu di era pandemi Covid-19 ini.

“Karena pandemi, banyak siswa yang mengalami kesulitan mengakses secara virtual. Diharapkan nanti pembuatan soal dapat disesuaikan dengan keadaan saat ini,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya