Respons Cepat, Langsung Ditangani

Respons Cepat, Langsung Ditangani
Pemangkasan pohon oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH) Kebumen di depan Pasar Burung Kebumen kemarin (1/4)

RADAR KEBUMEN Permohonan pemangkasan pohon dari masyarakat ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH) Kebumen masih tinggi. Setidaknya, masih ada 10 titik yang sampai saat ini belum dìtindaklanjuti.

Staff Bidang Kebersihan Pertamanan Disperkim-LH Kebumen Mohammad Fadelun menjelaskan, setiap hari, permohonan pemangkasan pohon dari masyarakat bisa mencapai lima titik. Berkas permohonan yang masuk, segera ditindaklanjuti oleh dinas maupun unit pelaksana tugas (UPT) yang ada di wilayah barat dan timur Kebumen. “Jadi setiap hari muter terus. Tidak hanya Kebumen, tapi juga sampai Gombong dan Prembun. Seluruh wilayah pokoknya,” kata Fadel kemarin (1/4).

Setiap hari, kata Fadel, jumlah pohon yang dirapikan serta ditebang tidak bisa dipastikan. Hal tersebut juga menyesuaikan dengan lokasi pohon dan besar pohon. Ditambah jika adanya kabel listrik maupun provider yang berada di sekitar pohon, juga akan menambah lama waktu pemangkasan. Untuk mengantisipasi adanya korsleting listrik, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan pihak PLN. “Rabu (31/3), misalnya sehari hanya selesai tiga titik,”  bebenya.

Selama proses pemangkasan, hanya ada delapan petugas yang dikerahkan. Mereka dilengkapi alat bantu dua senso, satu mobil tangga, dan dua pick up untuk sampah daun serta ranting.

Menurutnya, hingga saat ini, permohonan pemangkasan dilakukan karena pohon pohon yang sudab tua. Selain itu, masyarakat yang khawatir akan tumbangnya pohon akibat hujan dan angin. “Sebelumnya, banyak pohon tumbang di wilayah Ambal, Mirit, Prembun, dan Kutowinangun karena angin kencang,” kata Fadel.

Sementara itu, warga Kelurahan Kebumen Tumijan mengaku dia yang melayangkan surat kepada Disperkim-LH. Permohonan pemangkasan dilakukan karena khawatir akan adanya kabel PLN dan provider jaringan berada di sekitar pohon. “Khawatir kalau tumbang, dan bisa jadi korslet. Respons dinas cepat, karena pagi surat masuk langsung ditindak,” ungkap Tumijan. (eno/din/er)

Lainnya