Sinergitas Tanggulangi Kemiskinan

Sinergitas Tanggulangi Kemiskinan
Kegiatan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kebumen tahun 2022 pada Rabu (31/4) lalu. Musrenbang digelar secara virtual dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen.

Radar Kebumen  Penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kebumen tahun 2022 diperlukan sinergitas dari seluruh stakeholder. Selain itu, pentingnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan optimalisasi sumber daya berbasis kearifan lokal. Potensi ini  juga perlu dimaksimalkan.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, beberapa program dan kegiatan prioritas disebutkan dalam penanganan kemiskinan. Seperti peningkatan kualitas dan kuantitas jalan untuk mendukung, serta meningkatkan akses perekonomian dan pelayanan dasar masyarakat. Pada 2022, akan dianggarkan Rp 105 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan. “Termasuk penataan koridor jalan perkotaan Kebumen,” jelas Arif dalam Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan ( Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kebumen tahun 2022 pada Rabu (31/4) lalu.
Optimalisasi sistem pengairan pertanian pada 2022 juga akan dilakukan. Ini dilakukan dengan anggaran yang sudah disiapkan sebesar Rp 25,3 Miliar, untuk pemeliharaan daerah irigasi kewenangan Kabupaten. Selain itu, dianggarkan pula Rp 15 Miliar untuk peningkatan jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi desa (Jides). Sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian.

Selain itu, Rp 7,3 Miliar sudah dianggarkan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian. Pengembangan varietas unggul lokal, fasilitasi budidaya, penanganan pasca panen, dan peternakan. Di sektor kelautan dan perikanan, dukungan anggaran Rp 5,71 Miliar untuk pengelolaan perikanan tangkap. Rp 3,72 Miliar untuk perikanan budidaya. Serta Rp 1,57 Miliar untuk pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dan kelautan termasuk pengembangan usaha garam.
Pemeliharaan lima pasar daerah juga menjadi fokus dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 4,8 Miliar. Serta pelatihan pekerja siap pakai dan pelatihan wirausaha sebesar Rp 2,5 Miliar. Selain itu, Rp 1 Miliar untuk fasilitasi usaha mikro menjadi usaha kecil melalui pengembangan produksi dan pengolahan, pemasaran, SDM. “Serta desain dan teknologi termasuk pelaksanaan inkubasi bisnis di pusat layanan usaha terpadu (PLUT),” tambahnya.

Perhatian kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), kata Arif, diberikan dengan anggaran subsidi bunga sebesar Rp 1 Miliar. Program ini sebagai upaya kemudahan permodalan bagi para pelaku UMKM. Dengan membantu meringankan pembayaran bunga pinjaman produksi mereka pada BUMD. Sementara itu, dalam rangka mencapai Universal Health Coverage, dilakukan dengan pemberian bantuan pembayaran iuran JKN-KIS untuk 55.141 jiwa dengan anggaran Rp 22,5 Miliar.

Sedangkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan derajat kesehatan bagi warga Kebumen, akan dianggarkan Rp 23,687 Miliar untuk pencapaian SPM kesehatan. Rp 12,76 Miliar untuk pembangunan enam puskesmas, Rp 785 Juta untuk pembangunan tiga puskesmas pembantu, serta Rp 22 Miliar untuk pengadaan alat kesehatan.
Strategi penanggulangan kemiskinan lainnya  adalah melalui program beasiswa, subsidi bagi warga miskin dan anak yatim. Dengan anggaran sebesar Rp 1,26 Miliar untuk 3.000 beasiswa tingkat SD/MI. “Dan beasiswa SMP untuk 1.500 siswa sebesar Rp 1,17 Miliar,” ungkap Arif.

Tidak hanya itu, guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) juga mendapat anggaran mencapai Rp 34 Miliar. Dana ini akan digunakan sebagai insentif untuk PTT dan GTT tingkat PAUD, SD dan SMP negeri maupun swasta. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan GTT dan PTT. (eno/din/er)

Lainnya