Tambah Sepi kalau Mudik Lebaran Dilarang

 Tambah Sepi kalau Mudik Lebaran Dilarang
Tak ada aktivitas berarti di loket-loket penjualan tiket bus di Terminal Kebumen, kemarin (2/4). Meskipun bersamaan dengan libur Paskah dan long weekend.

RADAR KEBUMEN Libur Paskah dan akhir pekan tidak berdampak terhadap penjualan tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP). Hal ini dirasakan para pengelola agen penjual tiket bus di Terminal Kebumen.

Dari pantauan Radar Kebumen, kondisi agen-agen penjualan tiket terlihat sepi dan tidak ada peningkatan aktivitas penjualan maupun pemesanan. Salah satu penjual tiket perusahan otobus (PO) Sumber Jaya Nisom menjelaskan, hingga kemarin (2/4) siang, belum ada pembeli tiket bus. Meski libur panjang, penjualan tiket kea rah barat seperti Jabodetabek maupun ke timur seperti Denpasar, Bali tidak ada peningkatan.

Standarnya, lanjut Nisom, pihaknya bisa menjual sampai 38 tiket per hari. Namun karena adanya pandemi Covid-19 dan larangan mudik Lebaran, membuat penjualan tiket bus juga terdampak. “Kemungkinan sebelum Lebaran ada kenaikan penumpang, tapi kalau ada larangan mudik juga belum tahu nanti,” beber Nisom.
Meski pihak pemerintah telah melarang adanya mudik, namun PO belum memberikan informasi pemberhentian operasional bus. Jika memang tidak memungkinkan mudik menggunakan bus, pihak PO akan memberikan layanan travel.
Cara seperti ini, sudah dilakukan pada libur Lebaran 2020 silam. Meski harganya hampir dua kali lipat dari harga tiket bus, keunggulan travel adalah pengantaran penumpang hingga alamat dituju. Serta, jumlah penumpang yang terbatas. “Harganya bisa sampai Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu saat lebaran,” ungkapnya.

Sementara itu, penjual tiket agen bus lainnya Adi nugroho menuturkan hal yang sama. Penjualan tiket bus tidak bisa diprediksi selama masa pandemi. Meskipun ada libur panjang, hal tersebut tidak bisa menjadi patokan tiket bus bisa terjual dalam jumlah yang banyak. “Hari ini belum ada yang terjual,” kata Adi.

Meskipun ia mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik, Adi juga merasa khawatir karena tidak mendapat pemasukan. Adi berharap, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih baik tanpa adanya larangan mudik. “Bisa tambah sepi kalau ada larangan mudik,” tuturnya. (eno/din/er)

Lainnya