Pemotor Meninggal Tertimpa Pohon

Pemotor Meninggal Tertimpa Pohon
Sejumlah personel BPBD Kebumen langsung turun ke lapangan melakukan penanganan di beberapa titik lokasi usai kejadian bencana angin kencang pada Minggu (4/4) sore.

Radar Kebumen Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kebumen, Minggu sore (4/4). Kejadian ini mengakibatkan kerusakan beberapa rumah warga dan tumbangnya pohon-pohon di beberapa wilayah.

Bakohumas Badan Penanggualngan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Heri Purwoto menjelaskan, berdasarkan data yang terkumpul hingga Minggu (4/4) malam, ada 9 lokasi terdampak oleh hujan intensitas lebat disertai angin kencang ini. Namun, kerugian terdampak masih dalam pendataan. Bersama dengan 20 personel dan bantuan masyarakat, 9 lokasi terdampak saat ini sudah bisa diatasi.

Heri merinci, pohon tumbang dari angin kencang dan hujan lebat terjadi di Desa Bandung, Kebumen yang menimpa rumah. Kediaman milik warga Gunung Mujil RT 03, Bumirejo Kebumen juga ikut terdampak. “Penanganan diteruskan pagi tadi (kemarin, Red),” ungkap Heri.
Pohon tumbang lainnya ada di Desa Tanahsari, Desa Candiwulan, dan di Dukuh Rabang, Candiwulan yang menyebabkan tempat usaha cucian motor terbuat dari baja ringan ambruk. Pohon tumbang di Desa Mulyosari, Prembun juga mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia. Sedangkan ada enam korban lainnya dari penumbang mobil kijang yang selamat. “Di Prembun, pohon tumbang juga ada di wilayah Desa Sembir. Serta di Desa Tugu, Buayan, dan pohon tumbang terkena kabel jaringan PLN berada di perbatasan Desa Karangbolong dan Desa Pasir,” beber Heri.

Nah, guna mengantisipasi adanya kerusakan akibat hujan lebat disertai angin seperti Minggu (4/4) sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Khususnya wilayah Kebumen bagian Utara. Adanya angin kencang tetap perlu diwaspadai. Khususnya untuk daerah ketinggian sepeti di wilayah Kebumen bagian utara. Mengingat topografi di daerah tersebut adalah pegunungab. “Serta di wilayah Ayah dan Buayan untuk Kebumen bagian Barat,” jelas Heri kemarin (5/4).

Tidak hanya angin kencang, adanya potensi tanah longsor juga perlu diwaspadai. Masyarakat bisa memperhatikan tanda-tanda rawan longsor di lokasi teraebut. Seperti dengan adanya rembesan air, hingga pintu dan perabot rumah dari kayu yang berubah bentuk atau susah dibuka.
Masyarakat setempat juga harus peka terhadap kerawanan bahaya di tempat tinggal mereka. Misalnya, pohon besar yang berpotensi tumbang, bisa ditindaklanjuti dengan mengurangi dahan hingga penebangan.  Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi adanya pohon tumbang saat terjadi angin kencang. “Pohon di tebing yang berubah tempat atau miring, hingga muncul rekahan di rumah,” lanjutnya. (eno/din/er)

Lainnya