Panen Raya, Harga Gabah Anjlok

Panen Raya, Harga Gabah Anjlok
Beras yang diserap dari petani dan mitra di wilayah Kebumen yang tersimpan di Gudang Bulog Selang Kebumen kemarin (6/4).

RADAR KEBUMEN Saat ini di wilayah Kabupaten Kebumen sedang memasuki panen raya padi. Namun kenyataannya harga gabah dan beras saat ini sedang anjlok. Untuk menekan kerugian, petani dan pengepul kini memilih untuk menjual gabah dan berasnya ke Badan Urusan Logistik (Bulog).

Seorang pengepul beras dan gabah dari wilayah Sidomukti, Kuwarasan, Syamsirun menjelaskan harga beras di petani hanya di kisaran Rp 6.700 per kilogram. Sedangkan untuk gabah, hanya Rp 4.100 per kilogram. Sedangkan untuk harga beli dari Bulog adalah Rp 8.300 untuk beras dan Rp 5.300 untuk gabah. “Terbantu dengan adanya penyerapan dengan kapasitas lebih besar dari pengecer,” jelas Syamsirun yang saat ini juga sebagai mitra Bulog Selang Kebumen kemarin (6/4).

Setiap hari, Syamsirun mengaku mengambil gabah dan beras milik petani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari wilayah Petanahan  Kuwarasan, Alian, Sempor, dan Bulupesantren. Sampai saat ini, dia telah menjual gabah ke Bulog sekitar 170 ton. Sedangkan beras yang didapatkannya  masih dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lain. “Jadi kadang sehari bisa kirim 18 ton, sampai 36 ton,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Selang Kebumen Dody menuturkan penyerapan beras dan gabah terus berjalan sejak Januari lalu. Tidak ada kriteria khusus. Semua jenis gabah dan beras bisa ditampung oleh Bulog. Hanya saja, kualitas beras maupun gabah harus sesuai dengan Permendag.
Untuk daya tampung gudang, Bulog Selang Kebumen mampu menampung 2.000 ton beras dan 1.800 gabah. Sedangkan saat ini, serapan beras yang ada di gudang sudah mencapai 200 ton dan gabah sebanyak 205 ton. “Diserap dari petani, mitra dan satuan kerja. Nantinya juga akan disalurkan ke wilayah Kebumen,” beber Dody.

Dody menambahkan, gabah maupun beras yang masuk ke gudang setiap harinya bertambah. Rata-rata, gabah setiap harunya masuk sebanyak 30 ton sampai 40 ton dan 50 ton sampai 60 ton untuk beras. Bagi para petani yang ingin menjual hasil panen berupa beras maupun gabah, bisa langsung datang ke Gudang Bulog Selang Kebumen dengan membawa contoh jenis barang yang akan dijual untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu. “Jadi kita ada quality control. Ada analisis sebelum kami tampung di sini. Pastinya sesuai dengan syarat sesuai Permendag dan itu tidak ada biaya,” lanjutnya.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Kedu, Meizarani menuturkan, gabah dan beras yang diterima Bulog sesuai dengan Permendag No 24 tahun 2020. Disebutkan pembelian gabah seharga Rp 5.300 per kilogram dan beras Rp 8.300 per kilogram. “Serapan gudang Bulog di Kebumen seimbang dengan gudang di daerah lainnya,” kata Meizarani. (eno/din/er)

Lainnya