60 Persen Kelulusan dari Ujian Sekolah

60 Persen Kelulusan dari Ujian Sekolah
Siswa SMPN 2 Kebumen datang ke sekolah untuk mengumpulkan  tugas praktek dan konsultasi pelajaran ke guru mapel kemarin (7/4).

RADAR KEBUMEN Kelulusan siswa SMP dan sederajat di Kebumen akan ditentukan dari ujian sekolah dan portofolio.  Dengan persentase sebesar 60 persen dari ujian tulis dan ujian praktik. Sedangkan 40 persen dari portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kebumen Tjandra Agustina Dewanti menjelaskan, nantinya ujian diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Dalam menentukan kelulusan, bisa dari portofolio dan tes dari ujian sekolah. Untuk ujian sekolah, terbagi menjadi ujian praktik dan tertulis secara online.
Ujian praktik, digunakan untuk menguji keterampilan siswa. Itu sudah diberikan sejak Februari lalu. Seperti untuk mata pelajaran matematika, siswa diminta untuk membuat miniatur bangun ruang. Nantinya, hasil tugas praktik akan dikumpulkan sebelum ujian tulis dilaksanakan. “Ujian tulis mulai 19-24 April,” jelas Tjandra kemarin (7/4).

Untuk tes tertulis, akan dilaksanakan secara online. Dari 250 siswa kelas IX, akan dibuat kelompok terdiri dari 7-8 orang. Ujian nantinya akan djpusatkan di salah satu rumah siswa dengan satu pengawas akan mengawasi selama proses ujian. “Jadi ujiannya tetap online, tapi akan ada satu guru yang mengawasi,” lanjutnya.

Nah, untuk mengantisipasi adanya siswa yang kesulitan belajar, pihak sekolah juga memberikan pelayanan guru kunjung. Selain itu, dijadwalkan konsultasi mata pelajaran tertentu di sekolah. “Misalnya untuk Senin matematika. Jadi untuk mengantisipasi siswa tetap bisa mengikuti dan paham pelajaran,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Gombong Sunarto mengaku ujian sekolah pengganti ujian nasional disesuikan denga  peraturan menteri. Nantinya, ujian akan menggunakan Google classroom dengan siswa dibagi menjadi 20 kelompok. “Total ada 158 siswa,” kata Narto.

Untuk tugas praktik, Narto mengaku siswa tidak langsung mengumpulkan ke sekolah. Namun, hasil ujian praktik akan dikumpulkan melalui rekaman video. Untuk siswa yang sulit mengumpulkan tugas, akan dilakukan pengawasan melalui orang tuanya. Hal ini wajar karena siswa pasti merasa jenuh saat hanya belajar di rumah. “Jika masih sulit, akan kami datangi ke rumah bersama guru bimbingan konseling dan wali kelas,” tambah Narto. (eno/din/er)

Lainnya