Jelang Ramadan, Bunga Tabur Laris

Jelang Ramadan, Bunga Tabur Laris
NYADRAN: Penjual bunga yang berjualan di depan Pasar Baledono Kabupaten Purworejo Kamis (8/4). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Bunga tabur laris. Ini seiring banyak masyarakat yang melakukan tradisi nyadran menjelang Ramadan. Masyarakat yang menziarahi makam leluhur saat Syaban atau Ruwah biasanya membawa bunga tabur.

Penjualan bunga tabur di pasar-pasar di Kabupaten Purworejo pun meningkat. “Iya meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa,” ujar Ginem, salah seorang penjual bunga tabur di depan Pasar Baledono Kabupaten Purworejo saat ditemui Radar Purworejo Kamis (8/4).

Dikatakan, rata-rata harga bunga tabur setiap jelang Ramadan mengalami kenaikan. Dia menyebutkan, kenaikan harga bisa mencapai dua kali lipat. “Harganya lebih mahal dari hari-hari biasa,” sambung dia.

Ada sejumlah jenis bunga yang dijual. Di antaranya, mawar, melati, dan kanthil.
Terkadang pedagang sampai kekurangan stok. “Sebagor itu Rp 300 ribuan kalau menjelang puasa. Nanti tiga hari sebelum puasa bisa sampai Rp 500 ribuan,” jelas Ginem.

Sedangkan harga bunga setiap keranjang bervarisi. Harganya antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per keranjang.

“Tergantung pembelinya. Juga bisa beli Rp 10 ribu. Kalau ruwahan gini biasanya belinya keranjang yang besar-besar. Puasa kurang tiga hari, nanti biasanya lebih mahal,” terang dia.

Andre Raka, 27, pembeli bunga tabur, mengaku tidak masalah dengan adanya kenaikan harga bunga tabur saat jelang Ramadan. “Tak masalah. Lagian juga setahun sekali. Para penjual juga melihat peluang. Kalau permintaan naik kan biasanya memang harga barang jadi mahal, ya,” ujar dia.

Menurut pantauan Radar Purworejo, banyak dijumpai para penjual bunga tabur di wilayah Purworejo Kota. Di antaranya, di sepanjang Jalan Ahmad Yani, depan Pasar Baledono, Pasar Darurat Kongsi, dan sepanjang Jalan K.H. Ahmad Dahlan. (han/amd)

Lainnya