Rendah, Kasus Pembuangan Bayi

Rendah, Kasus Pembuangan Bayi

RADAR KEBUMEN Sejak Januari-Maret  lalu belum ditemukan kasus pembuangan bayi di Kebumen. Tahun 2020 lalu, hanya ditemukan satu kasus pembuangan bayi. Yakni pada Juli. Rendahnya kasus pembuangan bayi ini, menurut Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga (Dinsos PPKB) karena tingginya kesadaran masyarakat.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak Dinsos PPKB Kabupaten Kebumen Ludiyanto menjelaskan,m inimnya pembuangan bayi lantaran baiknya sisi keamanan dan ketertiban. Kesadaran masyarakat yang tinggi terkait penelantaran anak, menjadi dugaan adanya kasus pembuangan bayi bukan dari wilayah Kebumen. “Ada indikasi dari kabupaten lain,” ungkap Ludiyanto kemarin (9/4).
Tercatat, pembuangan bayi di 2020 hanya ditemukan satu kasus di wilayah Klirong. Ditemukan pula tahun 2106, satu kasus pembuangan bayi di Petanahan dan Prembun pada 2014. Dari kasus 2020, ada 23 calon orang tua asuh yang berminat untuk mengasuh bayi telantar. Namun, calon orang tua harus dilakukan assessment untuk menjamin psikologis, sosial, dan kesehatan anak. “Dari angka tersebut didapatkan 10 besar. Kemudain menjadi tiga calon orang tua lalu dilakukan kunjungan lingkungan untuk assessment,” lanjutnya.
Meski demikian, Ludiyanto tidak menampik jika kasus hamil di luar nikah juga banyak ditemukan di Kebumen. Hanya saja, kasus tersebut bisa diselesaikan dengan pihak keluarga yang akhirnya mau menerima dan merawat bayi. Jika ada keluarga yang tidak berkenan merawat, nantinya akan diupayakan oleh pihak pemerintah untuk mencarikan orang tua angkat.

Pada 2020, ada sekitar 15-20 calon orang tua angkat yang mendaftarkan diri untuk bisa mendapatkan hak asuh seorang anak. Namun, para calon orang tua juga harus dipilah sesusai syarat ketentuan. Misalnya, usia pernikahan kurang dari lima tahun, memiliki pekerjaan, serta usia calon orang tua. “Agar pendidikan, nutrisi, gizi, psikologis dan lingkungan dipastikan aman dan terpenuhi bagi si anak,” bebernya. (eno/din/er)

Lainnya