Awasi Kerumunan Ngabuburit dan Padusan

Awasi Kerumunan Ngabuburit dan Padusan
Bondan Yudho Baskoro

Pemkab Sleman mengingatkan agar masyarakat tidak berkerumun saat ngabuburit buka puasa. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman akan melakukan pantauan ketat di lokasi yang terjadi kerumunan. Seperti halnya di rumah makan, trotoar jalan, dan di ruang publik.

“Termasuk tempat ibadah, jadi fokus,” ungkap Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Sleman Bondan Yudho Baskoro, beberapa waktu lalu. Tak hanya kerumunan, operasi juga akan dilakukan kepada pelanggar prokes lainnya. Termasuk, rumah makan atau restoran yang tidak menyediakan fasilitas cuci tangan dan pengunjung melebihi kapasaitas yang diharuskan. Yakni, 50 persen dari kapasitas ruang. Dibantu satgas kalurahan dan kapanewon, pengawasan di lingkup kampung juga akan dilakukan.

“Tidak diberikan sanksi. Hanya pendekatan humanis, memberikan pembinaan, teguran lisan dan surat peringatan,” kata Bondan. Namun, jika sudah diberikan peringatan tertulis tidak juga mengindahkan, dengan tegas KTP akan disita. Dan diminta mengambil kembali di Kantor Satpol PP dengan syarat tertentu. Demikian juga Satpol PP juga akan mengawasi rumah makan atau lokasi kuliner yang masih membuang sampahnya ke dalam drainase. Ini juga akan ditindak tegas.

Selama ini, tempat berpotensi kerumunan adalah tempat kuliner. Dengan persentase 95 persen merupakan lingkup anak muda. Rata-rata pelanggar, usia 15-40 tahun. Bondan menjelaskan, saat ini masih mengacu pada surat edaran (SE) Bupati Sleman nomor 8 tahun 2021. Mengacu pada aturan PPKM mikro yang masih diperpanjang. Nah, selain kapasitas pengunjung rumahmakan dibatasi 50 persen. Dengan jam operasional makan ditempat maksimal pukul 21.00.”Ramadan ini belum ada arahan baru,” katanya.

Patroli di tingkat kapanewon dan kalurahan juga melibatkan unsur TNI /Polri. Patroli juga akan dilakukan menjelang buka puasa dan sahur. Berdasarkan data pelanggaran Satpol PP Sleman per 11 Januari lalu hingga saat ini, temuan kerumunan sudah dilakukan di rumah makan tempat kegiatan ada di 3.287-an titik lokasi. Juga sebanyak 4.320 temuan pelanggaran .sementara sosialisasi sudah dilakukan sebanyak 4.523.

Kepala Pelaksana Satpol PP Sleman Susmiarta menambahkan, menjelang Ramadan, pihaknya juga akan melakukan operasi pemantuan menyasar lokasi yang berpotenai mengundang kerumunan. “Termasuk padusan, nanti akan kami awasi. Jangan ada yang berrkerumun,” paparnya. (mel/din/er)

Lainnya