Poskestren, Implementasi Program Sibusah

Poskestren, Implementasi Program Sibusah
Bupati Kebumen Arif Arif Sugiyanto dan Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih dalam implementasi program 100 hari kerja, Program Santri Kebumen Sehat dan Berkah (Sibusah).

RADAR KEBUMEN Empat pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kabupaten Kebumen menjadi pilot project dari pos kesehatan pesantren (Poskestren). Yakni ponpes Nurul Falah Sruweng, Al-Kahfi Kebumen, Mamba’ul Hisan Mirit dan An-Nahdliyyah di Kecamatan Ayah. Program ini sebagai implementasi dari Program Santri Kebumen Sehat dan Berkah (Sibusah).

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Budi Satrio menjelaskan, Poskestren hanya dibuka untuk ponpes dengan santri banyak. Nantinya, Poskestren berfungsi sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada warga pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. Tujuannya untuk mewujudkan kemandirian warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Setiap pondok pesantren yang memiliki pos kesehatan, akan secara terjadwal dikirimkan petugas kesehatan. Selain adanya poskestren, telah diluncurkan pula telesantri.kebumenkab.go.id. Ini bisa diakses seluruh masyarakat pondok di luar jam pelayanan. “Nantinya, akan ada petugas kesehatan maupun dokter yang akan menjawab pertanyaan melalui WhatsApp,” kata Budi kemarin (12/4).
Menurut Budi, tidak hanya empat ponpes yang dapat mengakses pelayanan kesehatan secara rutin. Dari total 78 ponpes yang ada di Kebumen, seluruhnya akan mendapatkan pelayanan serupa. Dengan setiap pondok pesantren, akan dibina langsung oleh puskesmas terdekat.

Diharapkan, dengan adanya kesadaran masyarakat pesantren tentang kesehatan, mampu meminimalkan adanya persebaran penyakit. Terlebih di masa pandemi, dikhawatirkan jika salah satu penghuni ponpes positif Covid-19, akan dengan mudah menambah kasus positif lain.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menuturkan, pelayanan kesehatan secara maksimal sangat diperlukan bagi ponpes. Pos tidak hanya digunakan untuk masyarakat ponpes yang sakit, melainkan bisa digunakan sebagai sesi konsultasi. “Jadi tidak hanya saat sakit baru periksa. Bisa konsultasi dengan petugas kesehatan yang ada,” ungkap Arif. (eno/din/er)

Lainnya