Rehabilitasi Saluran Drainase Ditunda

Rehabilitasi Saluran Drainase Ditunda
Drainasi di sekitar Alun-Alun Kebumen akan menjadi titik penanganan untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap. Penanganan dilakukan setelah Lebaran. Lokasi lainnya di Tugu Lawet, Jalan Pahlawan, dan Jalan Veteran.

RADAR KEBUMEN Genangan air di sejumlah titik di Kota Kebumen masih menjadi permasalahan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Oleh karena itu, pembenahan dan normalisasi drainase sedang diupayakan agar kembali sesuai fungsinya.

Kepala Seksi (Kasi) Sungai, Pantai, dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen Katarina Nety menjelaskan, saluran drainase yang berada di Kota Kebumen dicurigai digendoli dengan saluran irigasi dan pipa PDAM. Hal ini membuat drainase tidak mampu menampung debit air yang lewat sehingga menyebabkan genangan.

Sedangkan untuk wilayah Adimulyo, saluran drainase masih berupa tanah karena daerah yang cekung. Sehingga aliran air yang lewat belum mampu membuang ke sungai atau saluran lebih besar secara langsung. Adanya refocusing anggaran, membuat perbaikan sejumlah drainase diundur. “2021, rencananya di Jalan Mayjend Sutoyo dan Kawedusan terpaksa diundur,” jelas Nety kemarin (16/4).

Direncanakan, rehabilitasi drainase akan dilakukan pada 2022-2023. Dengan fokus utama adalah menuntaskan permasalahan drainase di wilayah perkotaan. “Jadi tuntas satu lokasi dulu, baru lokasi lain,” lanjutnya.

Sementara di tahun ini, penanganan sementara akan dilakukan untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap pada saluran drainase di perkotaan. Rencananya, penanganan sementara itu akan dilakukan setelah lebaran dan sudah memasuki musim kemarau. Dimulai dari Tugu Lawet, Jalan Pahlawan, Alun-Alun Kebumen, dan Jalan Veteran. “Pagu anggaran untuk normalisasi adalah Rp 400 juta. Sedangkan rehabnya masih di 2022-2023,” tegas Nety. (eno/din/er)

Lainnya