Nekat Pulang Harus Isolasi Mandiri

Nekat Pulang Harus Isolasi Mandiri
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2021 Senin (12/4). Ini dilakukan dalam rangka menyiapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menyambut Ramadhan 1442 H.

Radar Kebumen Larangan mudik lebaran akan diberlakukan mulai 6-17 Mei mendatang. Namun bagi masyarakat yang nekat pulang sebelum tanggal pemberlakuan aturan, harus melakukan isolasi mandiri (isoman).

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, isolasi mandiri tetap harus dilakukan selama empat hari. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Terkait larangan mudik, Arif meuturkan hal tersebut adalah kebijakan pusat. “Sedangkan pemerintah kabupaten saat ini hanya tinggal menunggu,” kata Arif kemarin (18/4).

Jika nantinya memang ada masyarakat yang telanjur kembali ke kampung halaman sebelum diberlakukannya larangan mudik, maka hal tersebut akan menjadi kewenangan daerah. Sehingga masyarakat wajib mengikuti aturan kabupaten. Oleh karena itu, Arif mengiimbau kepada para kepala desa untuk turut mengawasi masyarakatnya. Kurang lebih selama empat hari, pemudik harus tetap melakukan isolasi mandiri dan dipantau keseharannya. “Jika stabil, baru boleh keluar rumah. Hal ini dilakukan agar kasus positif Covid-19 tidak kembali naik,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Dr Soedirman Kebumen Sri Fatmawati mengimbau agar masyarakat bisa menjalankan kebijakan larangan mudik yang ada. Dikhawatirkan, kasus akan kembali melonjak seperti awal tahun usai adanya libur panjang pada akhir Desember 2020.
Meski saat ini pasien Covid-19 cenderung turun, masyarakat tidak boleh lengah. Penerapan protokol kesehatan (prokes) tidak boleh ditinggalkan dan diabaikan. Jika nantinya ada salah satu anggota keluarga yang pulang, dipastikan penerapan prokes di dalam rumah harus dilakukan. “Karena berkaca dari sebelumnya, banyak terjadi penularan saat salah satu anggota keluarga pulang ke rumah dari luar kota,” jelas Fatma. (eno/din/er)

Lainnya