Jogjakarta Gandeng Jawa Tengah Halau Pemudik

Jogjakarta Gandeng Jawa Tengah Halau Pemudik
Suasana wilayah Perbatasan Magelang - Jogja, di kecamatan Tempel, Sleman akan dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi pemudik.

JOGJA Pemerintah pusat sudah memastikan bahwa mudik Idul Fitri tahun ini dilarang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ dan pemprov lain di Pulau Jawa sudah melakukan beragam persiapan.

Salah satunya adalah membuat komitmen bersama seluruh Sekretaris Provinsi di Pulau Jawa. Komitmen itu berisi kolaborasi untuk menahan peredaran para pemudik nantinya jika memang ada.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, kerja sama itu ada beberapa hal. Misalnya bekerja sama dalam penjagaan di wilayah-wilayah perbatasan. “Karena kami berbatasan dengan Jawa Tengah, kami kemarin sudah sepakat untuk bekerja sama soal itu,” ujar Aji kepada Radar Jogja.

Menurut Aji dalam komitmen bersama itu juga disepakati hal lain. Misalnya untuk mereka yang bekerja di provinsi tetangga. Misalnya ada orang Magelang, Jawa Tengah yang bekerja di DIJ, atau sebaliknya.

Orang-orang seperti itu tetap mendapatkan dispensasi untuk bisa melintasi perbatasan ketika larangan mudik digalakkan pada 6-17 Mei nanti. Dengan syarat, menunjukan surat bukti bekerja. “Surat itu bisa didapatkan dari atasannya,” kata Aji.

Lalu kemudian timbul pertanyaan, bagaimana dengan mereka yang bekerja di bidang informal?. Tentu saja tidak memiliki atasan. “Kalau untuk yang informal bisa minta ke kalurahan tempat tinggal, dan mintanya cukup sekali saja tidak setiap mau pergi harus pakai surat yang baru,” jelas mantan kepala Disdikpora DIJ itu.

Sementara itu kasus penularan virus korona di DIJ diklaim terus mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. Hal itu terlihat dari laporan harian yang dilaporkan oleh Pemprov DIJ. Menurut laporan yang keluar kemarin (18/4) petang, terdapat penambahan 143 kasus positif Virus Korona di DIJ. Itu mengalami penurunan ketika melihat pada hari sebelumnya yang ada penambahan sebanyak 158 kasus.

Kasus sembuh dari Korona juga bertambah tak kalah banyak. Kemarin (18/4) ada penambahan 225 kasus sembuh baru dari Korona di DIJ. “Total kesembuhan saat ini jadi 31.499 kasus,” ujar Juru Bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Sementara itu, untuk kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di DIJ sudah menyentuh angka 900 kasus. Itu terjadi akibat adanya penambahan enam kasus meninggal dunia kemarin. (kur/din/er)

Lainnya