Pergunu Berperan Penting dan Strategis

Pergunu Berperan Penting dan Strategis
Pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Purworejo, di Berjan, Purworejo, kemarin.

Radar Purworejo Nahdlatul Ulama (NU) dengan jutaan umat memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk generasi bangsa. NU yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia telah ikut mewarnai  kehidupan  bermasyarakat, berbangsa  dan  bernegara,  baik dari  segi  politik, ekonomi maupun sosial budaya, termasuk bidang pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Purworejo, di Berjan, Sabtu (17/4).

“NU telah memberikan sumbangsih yang tak ternilai harganya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), melalui pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya yang tersebar hingga pelosok desa,” katanya.

Menurutnya, peran guru NU sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan proses pendidikan. Sehingga para guru harus terus meningkatkan kualitas dirinya, agar mampu mendidik generasi bangsa yang berkulitas pula.

“Guru hendaknya tidak hanya sebatas mengajarkan ilmu pengetahuan dan agama, namun juga harus menjadi sosok yang mencerahkan, mampu memupuk nilai-nilai kasih sayang, keteladanan dan moralitas,” ujarnya.

Bastian berharap, Persatuan Guru NU yang tergabung dalam PERGUNU harus bisa ikut berkontribusi secara aktif. Utamanya dalam mewujudkan salah satu misi Purworejo yakni SDM yang berdaya saing. “Visi dan misi pembangunan kedepan harus dikawal bersama,” harapnya.

Pimpinan Pusat Pergunu Kiai DR Ruswan MA menambahkan, Pergunu mempunyai dua sisi, pertama sebagai organisasi profesi; kedua sebagai Badan Otonom NU. Sebagai organisasi profesi maka Pergunu sama dengan PGRI dan profesi guru yang lain. Peran utamanya memberikan perlindungan profesi sebagai guru upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan guru.

“Dalam posisi sebagai badan otonom, Pergunu harus mengamankan kebijakan-kebijakan NU, dalam bidang pendidikan. Lebih penting lagi selalu menjaga ideologi Aswaja Ahnadiyah untuk guru-guru di lingkungan NU,” tegasnya. (tom/din/er)

Lainnya