Tampilkan Kesenian Daerah, Bagikan Takjil

Tampilkan Kesenian Daerah, Bagikan Takjil
Aliansi Mahasiswa Nusantara menampilkan tarian khas Suku Dayak di sela ngabuburit di Simpang Empat Jalan Jenderal Sudirman, Jogja, Minggu (18/4).

JOGJA Ada yang berbeda untuk menunggu waktu berbuka puasa di Jogja, Minggu (18/4). Puluhan mahasiswa dari berbagai asrama baik berasal dari Jogja maupun luar Jawa membagikan takjil dan masker. Mereka juga menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Nusantara.

Tarian itu dipersembahkan lengkap dengan baju adat. Saat traffic light menunjukkan lampu merah atau berhenti, mereka mempersembahkan tarian, mahasiswa lain dengan baju adatnya khas daerah masing-masing, membagikan takjil dan masker ke para pengguna jalan.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMN) Altingia Arie Prasetyowati mengatakan, kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam AMN ini merupakan mahasiswa luar Jawa yang berada di DIJ. Di antaranya dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Papua serta Mahasiswa dari Jogja itu sendiri. Tujuan kegiatan ini, kata dia, untuk menumbuhkan gerakan moral mahasiswa, yang tidak hanya demonstrasi semata, tapi mahasiswa juga ada kegiatan sosial.

Kegiatan yang bertajuk ‘Ngabuburit Budaya Nusantara” oleh AMN ini juga menampilkan alat musik tradisional Kalimantan yaitu Sape.

Altingia menjelaskan, Sape di masyarakat Kalimantan merupakan alat musik khas Dayak yang dimainkan melalui petikan layaknya sebuah gitar. Biasa digunakan sebagai sarana pengiring tarian serta pendukung upacara ritual adat suku Dayak.

Para mahasiswa ini, membawa pesan untuk lebih mengenalkan budaya tradisional nusantara kepada masyarakat Jogja itu sendiri, sekaligus membawa pesan damai dan kerukunan terlebih di bulan suci ramadan. “Ini elaborasi antara mahasiswa Jogja dengan mahasiswa luar Jawa sebagai ucapan terima kasih mereka sudah tinggal dan diterima sekolah disini,” ujarnya yang menyebut mereka rata-rata adalah mahasiswa yang masih kuliah dan sudah lulus atau alumni.

Kegiatan itu juga juga dapat sambutan baik dari pengendara maupun pelintas jalan. Terbukti dari mereka tidak sedikit yang merekam kegiatan tersebut di atas kendaraan. Namun, tidak ada potensi kerumunan sedikitpun. Pelaksanaan ngabuburit itu juga menerapkan protokol kesehatan memakai masker dan berjaga jarak.

Adapun 300 porsi takjil dan 300 pcs masker yang dibagikan merupakan hasil donasi dari masing-masing asrama mahasiswa, yaitu Asrama Sulawesi Tengah, Asrama Putra Putri Kalimantan Barat, Asrama Putra Riau, Asrama Putra Sulawesi Selatan, Asrama Putri Kalimantan Tengah, Asrama Mahasiswa Sambas, Sekretariat Banggai Kepulauan, Mahasiswa Papua, dan Mahasiswa Jogja. (wia/din/er)

Lainnya