Jam Operasional di YIA Dipangkas

Jam Operasional di YIA Dipangkas
Suasana Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Pada mudik lebaran nanti rencananya akan dilakukan pemangkasan jam operasional di bandara tersebut.

KULONPROGO PT Angkasa Pura 1, selaku pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) berencana memangkas jam operasional. Pemangkasan operasinal ini dilakukan selama pemberlakuan aturan larangan mudik. Sebab, aturan larangan mudik dimungkinkan berpengaruh terhadap jumlah penerbangan di bandara tersebut.

Pelaksana Tugas Sementara (Pts) General Manager YIA Agus Pandu Purnama mengatakan rencana pemotongan jam operasional bandara tersebut muncul, menyusul keluarnya peraturan pemerintah terkait larangan mudik. Sebagaimana diketahui pemerintah pusat telah meniadakan mudik lebaran mulai 6 -17 Mei.

Aturan terkait larangan mudik itu juga tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021, tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Menurut Pandu, kebijakan tersebut tentu akan berpengaruh terhadap lalu lintas penerbangan di YIA. Jumlah penumpang pun diprediksi juga akan mengalami penurunan. “Sehingga kami berencana mengurangi jam operasional YIA dari yang sebelumnya sampai malam, besok hanya akan sampai siang. Beberapa penerbangan yang tadinya malam rencananya juga akan di reschedule dan diajukan siang hari,” ungkap Pandu, Jumat (23/4).

Terkait dengan berlakunya kebijakan tersebut. Pandu mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari masing-masing maskapai. Apabila setiap maskapai tidak keberatan dengan pemangkasan jam operasional itu, aturan tersebut akan berlaku pada 6 Mei  mendatang.

Untuk diketahui, pada hari normal YIA beroperasi selama 12 jam yakni mulai pukul 07.00 hingga 19.00. Dimungkinkan pada masa larangan mudik nantinya, bandara tersebut akan beroperasi setengah. “Pada 1 Mei nanti kami akan kumpulkan lagi tiap maskapai untuk memastikan aturan ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo pada mudik lebaran nanti juga akan memberlakukan aturan baru untuk para pendatang. Bagi perantau yang ingin masuk ke Kulonprogo wajib menyertakan surat keterangan bebas Covid-19, yang nantinya akan dicek oleh gugus tugas di tingkat kalurahan.

“Pemerintah kalurahan adalah yang paling berkompeten dalam melakukan pengawasan di tingkat dasar. Sehingga pendatang bisa langsung terpantau. Selain itu, sosialisasi kepada saudara supaya tidak melakukan mudik dulu juga penting,” ungkap Kepala Satgas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana. (inu/din/er)

Lainnya