Sampel Diambil Sehari Sebelum Berangkat

Sampel Diambil Sehari Sebelum Berangkat
ANTISIPASI: Tes rapid antigen kini hanya berlaku 1 kali 24 jam. Untuk hasil negatif dari pemeriksaan Ge-Nose masa berlaku tetap 1 kali 24 jam. (RADAR PURWOREJO FILE)

RADAR PURWOREJO – Persyaratan menggunakan moda transportasi umum selama pandemi virus korona (Covid-19), khususnya di kerat api (KA), diperketat. Calon penumpang harus menunjukkan hasil negatif Covid-19.

PT KAI Daerah Operasional (Daop) 5 memutuskan menyesuaikan masa berlaku hasil negatif RDT PCR dan antigen untuk calon penumpang kerata api jarak jauh. Ini sesuai Adendum Nomor 13 Tahun 2021 yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Nasional yang berlaku 22 April sampai 5 Mei sebelum pelarangan mudik dan 18-24 Mei pascapelarangan mudik.

“Bila sebelumnya tes rapid antigen berlaku selama 3 kali 24 jam, kini hanya berlaku 1 kali 24 jam. Untuk hasil negatif dari pemeriksaan Ge-Nose masa berlaku tetap 1 kali 24 jam,” ungkap Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto Ayep Hanafi kepada Radar Purworejo Minggu (25/4).

Disebutkan, aturan yang berlaku pada angkutan kereta api masih tetap menggunakan rapid test atau Ge-Nose. Hanya ada perubahan masa berlakunya. “Seluruh pengambilan sampel wajib dilakukan maksimal sehari sebelum keberangkatan,” ungkap Ayep.

Ayep berharap adanya perubahan aturan tersebut membuat masyarakat dapat kembali mengatur jadwal atau waktu perjalanan. Terutama, waktu pelaksanaan tes Covid-19.

Selain itu, bagi calon penumpang yang sakit batuk, flu, pilek, dan hilang penciuman tidak boleh naik kereta api. Selain itu, suhu badan calon penumpang tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius. “Wajib patuhi prokes 3M, selama perjalanan tidak diperkenankan untuk berbicara baik satu arah maupun melalui telepon,” ujarnya.

Penumpang juga tidak diperkenankan makan dan minum saat berada di dalam rangkaian kereta. Pengecualian diberikan bagi penumpang yang mengonsumsi obat-obatan.

”Untuk menjaga kebersihan tangan, sejumlah perangkat pembersih tangan telah dilengkapi di sejumlah titik area stasiun dan sarana KA,” jelas Ayep. (han/amd)

Lainnya