Tambah Stok Gas Melon 8 Persen

Tambah Stok Gas Melon 8 Persen
Selama Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, permintaan gas melon di masyarakat mengalami peningkatan. Selain untuk rumah tangga, juga kebutuhan para pelaku usaha. Khususnya kuliner.

RADAR KEBUMEN Kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji 3 kilogram atau gas melon cenderung meningkat di masa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Untuk mengantisipasi kelangkaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen meminta tambahan 8 persen stok fakultatif.
Kasi Pengawasan Perdagangan dan Distribusi Barang Disperindag Kebumen Rud Tomico El Umam menjelaskan, hingga saat ini tidak ditemukan kelangkaan. Namun karena banyaknya permintaan di pasaran, pihaknya kembali mengajukan penambahan fakultatif sebesar 8 persen. Jika tahun lalu alokasi ketersediaan mencapai 10,8 juta, kini bertambah menjadi 11.257.333 tabung atau 33.772 metrik ton.

Adanya peningkatan penarikan gas melon, disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang berjualan saat Ramadan. Serta beralihnya masyarakat akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam bisnis kuliner. Di awal April, kenaikan permintaan juga sempat terjadi lantaran adanya libur panjang. “Khususnya permintaan di wilayah Prembun, Kutowinangun, Kebumen, Gombong, Petanahan, Puring, Kuwarasan, Pejagoan, Klirong, dan Krakal karena pusat keramaian,” jelas Tomico kemarin (25/4).

Jika dibandingkan dengan 2020, permintaan gas melon setiap harinya hanya mencapai 96,6 metrik ton. Sedangkan pada 2021, kenaikan terjadi sebesar 6,25 persen per hari dengan permintaan mencapao 102 metrik ton per hari. Meski demikian, penyaluran gas melon sudah dinilai tepat sasaran. Terlebih, masyarakat sudah mulai cerdas untuk membeli hanya sesuai kebutuhan. “Tidak ada yang menimbun sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ungkapnya.

Pihaknya, juga terus menyosialisasikan kepada setiap pangkalan dan agen. Tujuannya agar menjual dengan harga yang sudab ditentukan oleh pemerintah dan harus menjual ke masyarakat miskin, IKM dan nelayan. Saat ini, ada 13 agen yang ada di wilayah Kebumen dengan total pangkalan mencapai 1.100 tempat. “Tersebar, seperti di Kecamatan Kebumen ada 117 pangkalan dan di Gombong ada 66,” kata Tomico. (eno/din/er)

Lainnya