Bekali Generasi Muda Persiapkan Pernikahan dan Membina Rumah Tangga

Bekali Generasi Muda Persiapkan Pernikahan dan Membina Rumah Tangga
SAMARA COURSE: Pelaksanaan Samara Course dengan tema Apakah Aku Sudah Siap Menikah? (Membuat Parameter Kesiapan dan Mengukur Persiapan secara daring zoom, kemarin. (HENDRI UTOMO/PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Purworejo dan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah menggelar Samara Course dengan tema “Apakah Aku Sudah Siap Menikah? (Membuat Parameter Kesiapan dan Mengukur Persiapan)”.

Kegfiatan ini dihelat setiap Ahad selama April-Mei 2021 secara daring Zoom. Tujuannya untuk membekali generasi muda dalam mempersiapkan pernikahan dan membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.
“Kursus kilat ini dilaksanakan sebagai bentuk syiar dan menggali potensi anak muda di wilayah Purworejo maupun wilayah lainnya untuk saling mengenal dan bersilaturahmi secara lebih intens serta terarah,”ucap Ketua panitia Wulan Oktavianto, kemarin (26/4).

Menurutnya, sebaik-baiknya pernikahan adalah mereka yang telah mempersiapkan fisik dan psikis. Artinya mampu berpikir positif dan memiliki mental yang sudah dipersiapkan secara matang dapat memberikan pengaruh baik pada masing-masing individu dalam melangsungkan pernikahan dan kehidupan rumah tangga. “Oleh karena itu, menyiapkan kesehatan sebelum menikah sangat penting terlebih lagi terkait keberlangsungan suatu rumah tangga,” ujarnya.

Samara Course kali ini merupakan pelaksanaan yang kedua setelah perdana pada tahun 2019 lalu. Edisi kedua kali ini diikuti oleh kurang lebih 180 peserta yang berasal dari berbagai wilayah baik Jawa Tengah dan sekitarnya. Antara lain dari Kebumen, Banyumas, Solo, Klaten, Wonosobo, Cimahi, Bekasi, Kendal, Purbalingga, Pekanbaru, dan kota-kota lainnya.

Pemateri kali ini dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah dan pihak ahli di Kabupaten Purworejo. Adapun materi yang dibahas yakni seputar kesiapan pernikahan, peran suami dan istri, generasi berkualitas, konsep diri dan manajemen emosi, dan komunikasi dalam keluarga. “Jadi ketika mereka bertanya kapan nikah, merancang konsep pernikahan Islami dan kesehatan reproduksi bisa lebih paham dan tahu,” jelasnya.

Ketua PDNA Kabupaten Purworejo Nur Ngazizah menambahkan, setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan memiliki harapan untuk dapat berkeluarga atau menempuh hidup baru dalam sebuah pernikahan yang sehat. “Allah SWT telah memperingatkan kita bahwa daya tarik manusia kepada lawan jenis dan rasa saling cinta antara kedua jenis itu adalah alami dan sejalan dengan hukum dan sunnah-Nya,” ucapnya.

Ditambahkan, PDNA Purworejo sebagai gerakan ramah perempuan dan anak, selalu peduli dengan perempuan dan anak. Problematika nikah usia dini, kehamilan di luar nikah ataupun perceraian menjadi hal yang begitu mengemuka. PDNA menawarkan langkah  solutif untuk membekali para calon pengantin dengan samara course. “Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan keluarga sakinah mawadah warahmah. Keluarga tangguh dan kokoh dengan pilar pilar yang mendukungnya,” katanya.

Ada sepuluh Pilar Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah yang menjadi landasan kader dalam berkeluarga yakni kokoh akidah dan akhlakul karimah, sehat jasmani dan rohani, kemandirian, keadilan dan semangat Al Maun, misi perdamaian, demokrasi, anti kekerasan, kesetaraan akses, ramah lingkungan dan tanggap bencana. (din)

Lainnya