Cintai Produk Daerah, Galakkan Program Demen Mbumen

Cintai Produk Daerah, Galakkan Program Demen Mbumen
Produk UMKM Kebumen memiliki kualitas. Namun perlu peningkatan branding produk dan pemasaran secara online agar lebih dikenal luas.

Radar Kebumen  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggalakkan program belanja produk parsel lebaran dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat. Gerakan ini untuk menyerap produk pengusaha kecil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Tujuannya, untuk membantu penjualan pengusaha UMKM, di tengah pandemi Covid-19.

Staf Bidang UMKM Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnakerkukm) Kabupaten Kebumen Tuti Marlina mejelaskan pihaknya telah mendorong aparatur sipil negara (ASN) maupun badan usaha milik negara (BUMN) untuk bisa membeli produk lokal milik Kebumen. Hal ini tertuang dalam program Demen Mbumen, yakni gerakan cinta produk kebumen dan pengembangan pariwisata berbasis potensi desa.

Harapannya dengan program tersebut, daya serap produk penjualan UMKM setempat bisa semakin meningkat. Selain untuk parcel hantaran lebaran, program Demen Mbumen juga mengharuskan ASN untuk membeli produk UMKM lokal dengan harga tertentu setiap bulannya. “Misalkan bupati mendapatkan jatah harus membeli produk UMKM seharga Rp 500 ribu. Begitu pula dengan ASN lain setiap bulan nanti ada laporannya,” kata Tuti kemarin (26/4).
Tidak hanya diimplementasikan oleh ASN dan BUMN, Tuti berharap pembelian produk lokal bisa dilakukan oleh masyarakat luas. Dengan harapan, produk lokal Kebumen bisa dengan mudah menembus pasar luar wilayah Kebumen. Mengingat, pemasaran masih menjadi kendala para pelaku UMKM saat ini.
Perlahan, pihaknya memberikan pelatihan bagaimana cara branding produk dan pemasaran secara online. Harapannya, produk bisa dikenal minimal oleh desa tetangga. Hingga akhirnya bisa dikenal dan dipasarkan di luar daerah Kebumen. “Masih sulit mendobrak pasar luar Kebumen, karena masalah pemasaran,” beber Tuti.

Khusus bagi pelaku UMKM bidang makanan, Tuti berharap inovasi bisa terus ditingkatkan. Terlebih dalam pelabelan makanan dengan izin edar dan halal, bisa dilakukan oleh setiap UMKM agar masyarakat lebih percaya jika produk aman dan higienis. “Saat ini pelaku UMKM di Kebumen dari berbagai bidang ada 46.100. Diharapkan akan semakin meningkat tiap tahunnya,” jelas Tuti. (eno/din/er)

Lainnya