Lonjakan Penumpang Belum Terjadi

Lonjakan Penumpang Belum Terjadi
Suasan yang terpantau di agen- agen penjualan tiket bus di Terminal Kebumen beberapa waktu lalu. Akibat larangan mudik Lebaran, penjualan tiket bus turun drastis.

RADAR KEBUMEN Belum ada lonjakan penumpang yang terjadi di wilayah Kabupaten Kebumen terhitung 10 hari menjelang pemberlakuan larangan mudik pada 6-17 Mei. Kenaikan penumpang sempat terjadi pada 4 April lalu. Baik di terminal tipe A Kebumen, Stasiun Kebumen  Gombong, dan Karanganyar dengan total penumpang keluar mencapai 4.972 orang dan penumpang masuk adalah 3.945 orang.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kebumen Risson P Sihotang menjelaskan sejak Sabtu (24/4) jumlah penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Kebumen dan Terminal Kebumen cenderung stabil. Seperti di terminal tipe A Kebumen, penumpang yang keluar mencapai 1.028 orang dan 1.002 penumpang masuk. Sedangkan di Stasiun Kebumen, hanya 209 penumpang keluar dan 272 penumpang masuk. Di Stasiun Gombong tidak berbeda jauh dengan penumpang keluar sebanyak 94 orang dan 185 penumpang masuk. “Paling sedikit di Stasiun Karanganyar hanya 11 penumpang keluar dan 32 penumpang masuk,” kata Risson kemarin (27/4).

Meski demikian, jumlah penumpang sedikit mengalami penambahan hingga Senin (26/4). Pada Minggu (25/4), jumlah penumpang keluar di terminal tipe A Kebumen naik menjadi 1.135 orang dan penumpang keluar mencapai 1.072 orang. Sedangkan di Stasiun Kebumen ada 424 penumpang keluar dan 245 penumpang masuk. Di Stasiun Karanganyar 43 penumpang keluar dan hanya 16 penumpang masuk. Serta di Stasiun Gombong ada 257 penumpang keluar dan 145 penumpang masuk.
Sementara pada Senin (26/4), hanya terminal tipe A yang mengalami tambahan penumpang. Yakni 1.339 penumpang keluar dan 1.305 penumpang masuk. Sedangkan penurunan penumpang terjadi di tiga stasiun. Dengan rincian penumpang keluar di Stasiun Kebumen adalah 214 orang, dan 204 penumpang masuk. Serta 26 penumpang keluar dan 17 penumpang masuk di Stasiun Karanganyar. “Di Stasiun Gombong ada 144 penumpang keluar dan 94 penumpang masuk,” lanjutnya.
Risson memastikan, mulai Kamis (6/5) hingga Senin (17/5) semua moda transportasi di wilayah Kebumen tidak akan beroperasi. Baik darat maupun kereta api sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 13 tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Nantinya akan ada empat posko penyekatan larangan mudik yang berlokasi di TIC Purbowangi dan depan Pasar Ayah untuk Kebumen Barat. Serta di Kebumen Timur terletak di Tunggalroso Prembun dan Wiromartan Mirit. “Dengan personel setiap posko melibatkan Polri, TNI, Dishub, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Orari dan RAPI,” kata Risson.

Sementara itu, Kepala Stasiun Kebumen Abdul Azis menuturkan penumpang keluar dan masuk masih stabil sampai sekarang. Diperkirakan, kenaikan akan mulai terjadi sejak Jumat (30/4) mendatang. Meski demikian, lonjakan diprediksi tidak sebanyak saat masa normal. “Sekarang masih 200-300, penumpang,” ungkap Abdul.

Pada 6 Mei mendatang, Abdul menjelaskan kereta api jarak jauh tidak akan beroperasi hingga 17 Mei mendatang. Kereta yang akan beroperasi, hanyalah kereta api lokal tertentu. Dengan adanya larangan mudik, harapannya masyarakat bisa patuh untuk menunda mudik. Dengan harapan, rantai penularan Covid-19 terputus sehingga pandemi segera berlalu. (eno/din/er)

Lainnya