Muhammadiyah Anjurkan Salat Id di Rumah

Muhammadiyah Anjurkan Salat Id di Rumah
Suasana jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, kemarin (10/5). PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1442 H, jatuh pada Kamis (13/5).

Jogja Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021. Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto menuturkan penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah oleh PP Muhammadiyah dengan menggunakan metode hisab.

Adapun hisab merupakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. “PP Muhammadiyah menentukan Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021,’’ katanya kemarin (10/5).

Menurutnya, situasi dunia masih dijangkiti pandemi Covid-19 termasuk di Indonesia. Itu ditandai dengan kasus penularan belum kunjung melandai. Karena itu, PP Muhammadiyah meminta masyarakat memperhatikan beberapa hal saat merayakan Idul Fitri 1442 H tahun ini.

Terkait pelaksanaan takbir keliling, dianjurkan agar di laksanakan dari kediaman masing-masing dengan khusyuk dan melibatkan anggota keluarga sehingga tercipta suasana kerohanian yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun jika ingin tetap menggelar, sebaiknya hanya dilaksanakan di lingkungan masjid secara terbatas dan menerapkan prokes ketat. “Selama tidak ada jamaah yang terpapar Covid-19 masih diperbolehkan, dengan pembatasan jumlah orang dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri, PP Muhammadiyah menganjurkan agar dilaksanakan di rumah masing-masing jika di lingkungannya terdapat warga yang terpapar Covid-19.

Jika tidak ada warga yang tertular virus korona atau kondisi setempat dipandang aman, Salat Idul Fitri dapat dilaksanakan di lapangan kecil atau tempat terbuka di sekitar tempat tinggal dalam jumlah jamaah yang terbatas.

Beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan saat menggelar salat Idul Fitri. Yakni jumlah jamaah yang hadir harus dibatasi, serta mematuhi protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19 seperti menjaga kebersihan tempat, kebersihan badan, mengukur suhu tubuh, tidak berjabat tangan dan tidak berkerumun. “Salat Idul Fitri dengan saf berjarak, jemaah memakai masker, tidak dalam kelompok besar atau terpisah dalam kelompok kecil dengan pembatasan jumlah jamaah yang hadir,” paparnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan waktu menjelang Lebaran ini untuk beribadah sebaik-baiknya dan mengakhiri Ramadan dengan buah taqwa sebagai tujuan dari berpuasa. “Puasa dan Idul Fitri dijadikan momentum menghadirkan praktik Keislaman atas keberagaman yang bersifat serba bajik, serba baik, dan menghindari hal-hal serba negatif sebagai implementasi dari ketakwaan,” ujarnya.

Haedar juga mengajak pada momen Idul Fitri tahun ini kepada para pemangku kebijakan serta masyarakat secara umum untuk lebih sering mempertontonkan keteladanan. Menurut Haedar itu penting di tengah situasi dan problem yang dihadapi bangsa saat ini. (kur/din/er)

Lainnya