Kenaikan Akan Terlihat Sepekan Lagi

Kenaikan Akan Terlihat Sepekan Lagi
Suasana wisata Pantai Glagah saat libur lebaran, pada Minggu (16/5)

GUNUNGKIDUL  Usai libur panjang tren kasus Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul masih mengalami penurunan. Meski demikian masyarakat diminta tidak lengah. Karena dampak liburan baru akan terasa dalam sepakan hingga dua pekan ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty saat dihubungi kemarin (17/5). Dewi menjelaskan, tren penurunan masih terjadi karena catatan dari pekan-pekan sebelum liburan. “Kasus pekan ini itu masih merekap kasus yang terjadi di pekan sebelumnya,” kata Dewi.

Namun Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul itu menghendaki, rekap data yang muncul kedepan sesuai dengan harapan. Terjadi penurunan kasus dan jumlah pasien sembuh juga terus mengalami peningkatan. “Saat ini petugas di lapangan sedang melakukan tracking di wilayah Kapanewon Playen,” ungkapnya.

Pihaknya sedang melakukan penelusuran kasus reaktif. Sebelumnya pada saat liburan kemarin ada keluarga dikunjungi orang dari luar daerah. Hasil pengecekan awal tersebut selanjutnya menunggu hasil Tes PCR (polymerase chain reaction) atau swab test. “Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kasus. Untuk di Playen baru-baru ini ada dua kasus menunggu hasil PCR,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru secara akumulatif, kasus konfirmasi 2.865 atau ada penambahan satu kasus pada 17 Mei. Sembuh 2.640 atau ada penambahan 26 kasus, dalam perawatan ada 91 kasus dan meninggal dunia sebanyak 134 kasus atau tidak ada penambahan dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, selama libur panjang kemarin kawasan wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul ramai wisatawan. Pengunjung tidak hanya dari lokal DIJ tetapi dari luar aglomerasi, seperti dari Solo dan kawasan Jawa Tengah lainnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, libur lebaran telah usai pada Minggu (16/5). Tercatat jumlah kunjungan wisata mencapai 97.245 orang. Puncaknya terjadi pada Sabtu dan Minggu, kunjungan mencapai lebih dari 39.000 orang per hari. “Selama liburan ini, pendapatan asli daerah dari sektor penarikan retribusi tike masuk pariwasata bertambah sebesar Rp 740.949.4000,” kata Hary Sukmono.

Selama libur lebaran kemarin, jumlah kunjungan pada beberapa destinasi wisata di Kulonprogo mengalami lonjakan. Hal itu juga karena pada 2020 lalu, pemerintah pusat menerapkan penutupan seluruh destinasi. Adapun wisata di Kulonprogo yang paling dikunjungi selama libur lebaran, yakni Pantai Glagah.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan untuk jumlah pengunjung di Pantai Glagah terhitung sejak tanggal 12 hingga 16 Mei mencapai 24.960 wisatawan. Jumlah kunjungan paling banyak di pantai tersebut terjadi pada tanggal Minggu (16/5) dengan capaian 11.187 pengunjung dan Sabtu (15/5) tercatat 8.082 pengunjung.

“Kemudian pendapatan di Pantai Glagah selama libur lebaran kemarin tercapai Rp. 149, 76 juta,” ujar Joko, Senin (17/5).

Sementara untuk destinasi wisata lain yang dikelola pemerintah, kunjungan di Pantai Congot mencapai 5.224 wisatawan, Pantai Trisik 621 wisawatan, Waduk Sermo 3.638 wisatawan, Gua Kiskendo 683 wisawatan, Puncak Suroloyo 297 wisatawan, Wisata Alam Nglinggo 2.389 wisatawan, Wisata Alam Tritis 310 wisatawan, Kawasan wisata Menoreh 319 wisatawan dan Kawasan Jatimulyo 2.100 wisatawan.

Dari sepuluh destinasi tersebut, Dinas Pariwisata Kulonprogo mencatat total pendapatan selama libur lebaran kemarin mencapai Rp 225, 47 juta.

“Untuk yang tertinggi kunjunganya memang masih Pantai Glagah,” ujarnya.

Joko menyampaikan, jumlah wisatawan di libur lebaran tahun ini memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Sebab, pada tahun 2020 lalu pemerintah pusat melakukan penutupan terhadap seluruh destinasi wisata karena situasi pandemi.

Tetapi jika dibandingkan dengan 2019 sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dia mengakui kunjungan wisata ke Kulonprogo memang mengalami penurunan. Contohnya di Pantai Glagah, pada 2019 lalu kunjungan ketika libur lebaran saat itu bisa mencapai 67.768 orang.

Adanya aturan penyekatan bagi pemudik memang cukup berdampak pada kunjungan wisatawan ke Kulonprogo, khususnya terhadap wisatawan luar daerah. Namun demikian, menurut Joko hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penambahan penularan virus.”Untuk saat ini di Kulonprogo memang didominasi oleh wisatawan lokal,” katanya.

Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto mengatakan pada hari Minggu (16/5) kemarin kunjungan ke Pantai Glagah didominasi oleh rombongan keluarga. Mayoritas kunjungan wisatawan didominasi oleh masyarakat lokal yang berasal dari berbagai wilayah DIJ.”Namun juga ada wisatawan dari Kedu dan Solo Raya. Dikarenakan saat ini merupakan momen libur lebaran,” kata Agus. (inu).(gun/inu/din/er)

Lainnya