Lolos SNMPTN, Diterima di Teknik Industri UGM

Lolos SNMPTN, Diterima di Teknik Industri UGM

RADAR KEBUMEN Muhammad Daffa Panji Perdana, tak lagi pusing memikirkan jenjang pendidikannya. Karena dia sudah diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jurusan Teknik Industri melalui jalur SNMPTN.

Memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat SMA, Panji juga memiliki jiwa sosial tinggi. Hal itulah yang membuat Panji membulatkan tekad untuk memilih jurusan teknik industri. Di jurusan ini idak hanya mempelajari ilmu sains, namun juga ilmu sosial yang seluruhnya akan terintegrasi.
Saat kelas X, Panji lebih berminat dengan jurusan pertambangan di ITB. namun seiring berjalannya waktu, minat Panji berubah. Ditambah dia pernah menjabat sebagai ketua OSIS, membuat dia semakin tertarik dengan bidang sosial.

“Awalnya juga tidak langsung pilih UGM. Tapi lebih condong ke ITB dan ITS, tapi setelah observasi tidak cocok sama lingkungannya,” ungkap Panji.
Tidak bisa dengan leluasa keluar rumah selama masa pandemi, Panji mengaku sedikit kesulitan saat mengumpulkan berkas administrasi SNMPTN. Namun, ia tetap gigih dan bisa menyelesaikannya saat ada kesempatan keluar rumah. Diskusi melalui grup angkatan juga dilakukannya. Untuk menghitung seberapa besar kemungkinan Panji dan teman-temannya masuk di jurusan yanh dipilih. “Jadi di grup kita diskusi juga, berapa anak yang memilih dan bagaimana strateginya,” bebernya.

Selama masa pandemi, Panji menuturkan, tetap berusaha memaksimalkan waktu belajarnya di rumah. Tidak hanya belajar, Panji juga mencoba mengatur waktu membagi kegiatan dalam organisasi. Meskipun tidak memiliki kesulitan dalam membagi waktu, Panji mengaku sempat merasa bosan saat harus belajar tanpa adanya interaksi sosial.

Ia menilai, pembelajaran secara daring sangatlah membantu mempermudah pengumpulan tugas dan ujian. Hanya saja, pemahaman siswa saat guru memberikan materi pembelajaran dirasa kurang. “Meskipun progran daring dari sekolah mendukung, namun karena kurangnya interaksi sosial maka pemahamannya juga kurang,” lanjutnya.

Sembari menunggu masuk perkuliahan, ia mulai memperbanyak kegiatan mengasah soft skill. Mulai dari public speaking, hingga digital preneur. Selain itu, Panji juga mulai banyak membaca buku untuk memperkaya wawasan di bidang sosial. (din/er)

Lainnya