Di Jogja Sudah Penuh, Pindah ke Purworejo

Di Jogja Sudah Penuh, Pindah ke Purworejo
DIAMANKAN: Pengemis dan pengamen serta aksi penggalangan dana tanpa ijin saat diamankan di kantor Satpol PP Kabupaten Purworejo, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Belasan pengemis berkostum badut dan pengamen di sejumlah titik perempatan lampu merah di wilayah Kabupaten Purworejo terjaring operasi Satpol PP, kemarin (18/5). Belasan pengemis itu didata dan juga akan menjalani sidang tipiring.

Selain pengemis dan pengamen, terdapat oknum yang melakukan penggalangan dana untuk Palestina tanpa ijin terjaring rasia tersebut. Merek dinilai telah melanggar Perda No 8 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan Lingkungan.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Endang Muryani mengatakan, operasi penegakan dilakukan secara rutin dan merespon laporan warga masyarakat.

“Berdasar laporan masyarakat terkait kegiatan pengemis berkostum badut, pengamen dan penggalangan dana Palestina, tadi sudah kami tindaklanjuti bersama Dinas Sosial Kabupaten Purworejo,” katanya.

Dijelaskan, razia dilakukan dengan menyisir seluruh jalan raya dari kota Purworejo, pantai Jetis Grabag, Jatimalang hingga Kutoarjo dan kembali ke kota Purworejo. Hasilnya, group pengamen angklung, pengemis berkostum badut dan kelompok penggalangan dana Palestina terjaring.

“Mereka bukan saja dari kota Purworejo. Ada diantaranya 3 group pengamen angklung, 1 dari Purworejo 2 dari Jogja, lalu 2 badut dari Jogja, 1 badut dari Bruno. Mereka semua yang terjaring akan disidangkan,” jelasnya.

Terkait kegiatan penggalangan dana, sambungnya, mereka mengaku alumni PA 212 Purworejo, beraksi di jalan Diponegoro Kutoarjo, dan disinyalir tidak berijin. “Semua yang terjaring dilakukan pembinaan oleh Dinas Sosial terkait perijinan penggalangan dana,” ucapnya.

Kasi Bantuan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Purworejo, Iska menambahkan, bagi para penggalangan dana baik untuk kebutuhan sosial harus memiliki ijin resmi atau memiliki badan hukum resmi dalam menjalankan kegiatannya. Hal itu sesuai dengan Peraturan Kemensos No. 63 2019.

“Termasuk undian berhadiah, jadi agar tidak terjadi miss komunikasi baik kegiatannya, penyalurannya dan keperuntukannya, harus dengan melalui ijin,” tegasnya.

Salah satu pengemis berkostum badut, Agus asal Jogja mengaku melakukan kegiatan mengemis di lampu merah di wilayah Purworejo lantaran sudah tidak ada tempat lagi di Jogjakarta untuk beraksi.”Di Jogja sudah penuh, makanya saya melakukanya di Purworejo,” ungkapnya. (tom/din)

Lainnya