Operasikan Sepuluh Kereta Api Jarak Jauh

Operasikan Sepuluh Kereta Api Jarak Jauh
CEPAT: Kereta api melintas di wilayah KAI Daop 5 Purwokerto kemarin (18/5). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – PT KAI Daop 5 Purwokerto kembali mengoperasikan sepuluh kereta api (KA) jarak jauh. Kereta api ini beroperasi mulai 18 hingga 24 Mei.

Selain itu, dioperasikan pula dua kereta api aglomerasi dan satu kereta api lokal.
”Dengan dijalankannya KA tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan semua pelanggan kereta api,” kata Manajer Humas Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi kepada Radar Purworejo Selasa (18/5).

Kereta api jarak jauh yang beroperasi tersebut antara lain KA Purwojaya Relasi Cilacap-Gambir, KA Wijaya Kusuma Relasi Cilacap-Ketapang, KA Sawunggalih Pagi Relasi Kutoarjo-Pasar Senen, KA Sawunggalih Malam Relasi Kutoarjo-Pasar Senen, dan KA Kertanegara Relasi Purwokerto-Malang. Ada pula KA Kutojaya Utara Relasi Kutoarjo-Jakarta Kota, KA Serayu Pagi Relasi Purwokerto-Kiaracondong-Pasar Senen, KA Serayu Sore Relasi Purwokerto-Kiaracondong-Pasar Senen, KA Kutojaya Selatan Relasi Kutoarjo-Kiaracondong, dan KA Logawa Relasi Purwokerto-Jember.

Sedang kereta api aglomerasi yang dioperasikan yakni KA Kamandaka Relasi Purwokerto-Semarang-Tawang dan KA Joglosemarkerto Relasi Purwokerto-Solo. Kereta api lokal yang beroperasi adalah KA Bandara YIA relasi Kebumen-Jogja.

Ayep menyatakan, para pelanggan kereta api jarak jauh tidak perlu lagi menyertakan surat izin perjalanan. Namun, mereka masih harus melampirkan surat keterangan bebas Covid-19. Yaitu, berupa surat keterangan negatif rapid test (RDT) antigen atau Ge-Nose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam.

“Untuk membantu melengkapi syarat surat bebas Covid-19 tersebut, kami menyediakan layanan RDT antigen seharga Rp 85 ribu di tiga stasiun yaitu Purwokerto, Kroya, dan Kutoarjo. Sedang, pemeriksaan Ge-Nose seharga Rp 30 ribu di enam stasiun yaitu Purwokerto, Kutoarjo, Gombong, Kebumen, Kroya, dan Sidareja,” beber dia.

Ayep menjelaskan, mulai kemarin (18/5) calon penumpang yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 akan dikenakan bea batal tikel sebesar 25 persen. Aturan ini juga berlaku untuk penumpang yang tidak memakai masker dan penumpang reaktif/positif Covid-19 .

“Proses pembatalan dilakukan di loket stasiun pembatalan dan melalui contact center 121 paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan,” ungkapnya.

Calon penumpang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celcius saat boarding maka tiket akan dikembalikan seratus persen. Pembatalan dapat dilakukan di semua loket stasiun penjualan.

“Khusus untuk layanan contact center 121 menggunakan skema transfer. Kami akan memproses setelah hari ke-30 sejak permohonan pembatalan,” jelas Ayep.
Dia berharap para pelanggan jereta api dapat bekerja sama dengan baik. Selain itu, bersedia untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara konsisten dan disiplin guna memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19. (han/amd)

Lainnya