Bawakan Persembahan Semesta, Gabungkan Aransemen Angguk dan Krumpyung

Bawakan Persembahan Semesta, Gabungkan Aransemen Angguk dan Krumpyung
Penampilan Musisi Kulonprogo pada perlombaan musik komunitas oleh Kemenparekraf yang digelar Senin (24/5) malam.

Kulonprogo Kabupaten Kulonprogo patut berbangga dengan prestasi musisi lokal. Sekumpulan anak muda yang tergabung dalam grup Musisi Kulonprogo menjuarai lomba musik komunitas yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dalam karya musiknya, mereka juga membawa budaya khas daerah, berupa aransemen krumpyung dan angguk. Dalam lomba tingkat nasional itu, mereka membawakan lagu Persembahan Semesta yang diciptakan Burhan Indawarto, Heroherda, dan Agil. Lagu ini menceritakan keindahan dan kayanya alam Indonesia. Musisi Kulonprogo masuk nominasi lima besar dari sebanyak 419 peserta. Mereka juga berhasil menyabet juara harapan dua dalam ajang musik antarkomunitas itu.

Gitaris Musisi Kulonprogo Burhan Irdawanto mengatakan, karya Persembahan Semesta itu terinsipirasi dari keindahan alam Kulonprogo yang kemudian dia universalkan menjadi keindahan alam Indonesia. Adapun pesan dari lagu itu adalah untuk mengenalkan keindahan alam Nusantara ke kancah dunia.

“Kami melihatnya dari keindahan dari lingkungan di Kulonprogo yang sudah komplet alam dan budayanya. Tapi universalnya kami juga tetap melihat luas ke Indonesia,” ujar Penot, sapaan akrab Burhan, kepada Radar Jogja.

Penot yang merupakan komposer Persembahan Semesta ini juga menggabungkan komposisi aransemen alat musik berupa krumpyung dan angguk. Sehingga di satu sisi dia juga ingin mengatakan bahwa alat musik khas Kulonprogo itu bisa berharmoni dengan musik modern.

Lebih lanjut Penot mengatakan, Musisi Kulonprogo sendiri dikenal sejak merilis lagu Damai Kulonprogo pada tahun 2020. Lagu itu diciptakan untuk menggalang dana untuk donasi pembelian alat pelindung diri (APD) yang dibagikan ke seluruh rumah sakit dan puskesmas.

Kemudian pada Oktober 2020, Musisi Kulonprogo juga membuat event bertajuk Menoreh Music Fest yang dihelat selama enam hari secara virtual. Sebanyak 18 band asli Kulonprogo ikut menjadi peserta dalam kegiatan ini. “Dua kegiatan itu disambut sangat antusias oleh masyarakat Kulonprogo,” ungkap Penot.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengaku bangga dengan prestasi para musisi putra daerah itu. Terlebih sebelumnya Musisi Kulonprogo juga cukup aktif dalam upaya mengkampanyekan edukasi tentang Covid-19 di tengah situasi pandemi.

Fajar berharap, raihan prestasi yang didapat Musisi Kulonprogo itu bisa menjadi dorongan untuk terus berkarya. Dia juga meminta agar masyarakat Kulonprogo aktif memberi dukungan. (laz/din/er)

Lainnya