Nobar EURO Ilegal Terancam Denda Rp 4 Miliar

Nobar EURO Ilegal Terancam Denda Rp 4 Miliar
Perwakilan Mola TV dan PT MIX menggelar sosialisasi bagi wartawan dan pelaku usaha di DIJ terkait dengan hak siar penayangan UEFA EURO.

JOGJA PT Global Mediacom (Mola) gencar mensosialisasikan dan mengumumkan karya siaran atau hak siar dan public viewing tayangan sepak bola UEFA EURO. Mola TV bakal menyiarkan secara langsung seluruh pertandingan EURO yang akan mulai digelar pada 12 Juni mendatang.

Legal Enforcement and Litigation Mola TV Reza Anggakusuma mengatakan, Mola TV mengimbau kepada seluruh pelaku usaha area publik atau komersial yang hendak mengadakan kegiatan nonton bersama (public viewing) dengan menayangkan UEFA EURO Package 2018-2022 agar melakukan registrasi. “Para pelaku usaha juga wajib melakukan kerja sama dengan Mola melalui partner resmi yang telah ditunjuk, yakni PT Mitra Media Integrasi (MIX),” ujarnya dalam media briefing bersama Mola kepada wartawan dan pelaku usaha di DIJ pekan lalu.

COO MIX Bobby Christoffer mengatakan, akan secara aktif melakukan pemantauan, baik secara online maupun offline, hingga melakukan penindakan tegas pelanggar hak cipta atas penayangan UEFA EURO Package 2018-2022. Bagi venue atau usaha komersil yang sudah teregistrasi, lanjut dia, bisa dicek di website molalive.com. “Sesuai Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, ada sanksi denda maksimal Rp 4 miliar dan atau penjara paling lama 10 tahun adalah hukuman yang bisa dibebankan ke penyelenggara acara nonton bareng Euro 2020 ilegal,” tegas Bobby.

Mola juga kerap mensosialisasikan bahwa penayangan UEFA EURO Package 2018-2022 pada platform over the top (OTT) serta pada area publik atau komersial dan sejenisnya. Dalam hal yang dilakukan tanpa izin dan kerjasama dengan Mola selaku pemegang lisensi adalah suatu bentuk pelanggaran Hak Cipta dan dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bobby menambahkan, saat tayangan pertandingan Liga Inggris, yang juga hak siarnya dimiliki Mola TV, ada ribuan venue dan tempat komersil yang teregistrasi. Mayoritas berada di wilayah Jabodetabek. “Setelah itu baru wilayah DIJ dan Bali, jumlahnya ada ratusan,” tuturnya. (*/pra/er)

Lainnya