Kesal, Dipaksa Sewa Jip di Lereng Merapi

Kesal, Dipaksa Sewa Jip di Lereng Merapi
Untuk menikmati wisata alam di sekitar Gunung Merapi di Sleman, banyak paguyuban yang menyewakan kendaraan jip.

SLEMAN Pariwisata di Sleman masih jauh dari kata nyaman. Buktinya, viral di media sosial. Seorang warganet mengunggah kekesalan terhadap oknum yang menyetop kendaraan wisatawan yang hendak melintasi jalan di wilayah Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan.

Dalam unggahan itu, akun bernama Iqbalbasyari mengungkapkan kekesalannya lantaran dipaksa parkir dan dipaksa sewa jip. Oknum itu berdalih jalanan rusak. Padahal sebenarnya jalan itu mulus. Sedangkan motor, truk dan jip bisa melintas. Akhirnya dengan penuh kekecewaan dia memutuskan untuk putar balik dan menanyakan kembali ke petugas retribusi. Hal yang sama disampaikan petugas retribusi.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Timur Bambang Sugeng menampik bahwa jip itu bukan bagian dari AJWLM.  Sebab, tak ada jip yang langsung menarik penumpang di lokasi tersebut. Apalagi pos di sana.

Jip yang masuk AJWLM ini keberadaannya sangat terpantau. Karena rute yang disediakan jelas dan dalam bentuk paket. “Perlu digarisbawahi tidak ada jip yang langsung menuju kampung Mbah Marijan,” ujarnya. Tetapi ke semua destinasi wisata lereng Merapi. Baik di sisi barat di wialayah Kaliurang maupun timur dengan tujuan Kinahrejo dan Umbulharjo. Dan dengan koordinator wilayah berbeda antara barat dan timur.

Adanya keluhan warganet itu menjadi bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti. Pariwisata di Sleman perlu ditata kembali, agar pengunjung dapat berwisata dengan nyaman dan aman. Adanya keluhan yang menyeret nama jip, secara tidak langsung merugikan asosiasi jip sekitar. Keluhan yang terjadi berulang-ulang ini, harus ditindaklanjuti dengan tegas. Kalau tidak dapat mematikan pariwisata di Kabupaten Sleman.

“Ini berkali-kali terjadi. Dikhawatirkan dapat membunuh pariwisata di Kinahrejo yang dikenal dengan kampungnya Mbah Marijan,” tuturnya.

Menindaklanjuti hal itu, pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan kalurahan, kapanewon, Dinas Pariwisata dan pelaku wisata lereng Merapi. Setelah Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo turun tangan, akan dilakukan mediasi.

“Saya akan melakukan pemeriksaan dan tindaklanjuti dengan penyelesaian masalah. Semoga kawasan Merapi tetap nyaman untuk berwisata,” ujar Kustini, singkat. (mel/laz/din/er)

Lainnya