Operasional Swalayan dan Cafe Maksimal Pukul 21.00

Operasional Swalayan dan Cafe Maksimal Pukul 21.00
Aktivitas dan operasional swalayan, rumah makan, café dan sejenisnya di Kabupaten Kebumen dibatasi hingga pukul 21.00. Ketentuan ini berlaku hingga dua minggu ke depan.

RADAR KEBUMEN Jam operasional swalayan dan cafe atau tempat makan lainnya di wilayah Kabupaten Kebumen dibatasi hingga pukul 21.00. Ketentuan pembatasan jam operasional ini berlaku mulai kemarin (2/6), hingga dua pekan mendatang.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan pembatasan jam operasional dilakukan lantaran adanya kenaikan kasus positif Covid-19. Selama tiga hari terakhir. Bahkan, kenaikan kasus mencapai dua kali lipat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan cepat dengan kembali menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Selain pembatasan jam operasional, pengunjung di swalayan atau supermarket dan tempat makan tidak boleh berlama-lama. Selain itu, fasilitas umum seperti Alun-Alun Kebumen juga akan dibatasi hingga pukul 21.00. “Kebijakan itu berlaku mulai Rabu (2/6) sampai 14 hari ke depan,” ungkap Arif.

Ia juga menghimbau kepada desa dan kecamatan dengan zona orange dan merah, untuk meniadakan kegiatan berskala besar. Seperti hajatan hingga pentas seni. Sedangkan untuk zona hijau dan kuning, acara kegiatan masyarakat masih diizinkan. Hanya saja, harus dibuktikan dengan surat pernyataan wajib menaati protokol kesehatan (prokes).

Sebelum melaksanakan kegiatan, masyarakat juga harus lapor kepada pemerintah setempat. Laporan ini harus dengan melampirkan surat pernyataan yang disertai dengan materai. Arif menyebut, salah satu syarat bisa dilakukannya kegiatan seperti hajatan adalah tamu undangan harus dibatasi 30 persen dari kapasitas. Nantinya, juga akan disediakan rapid test antigen oleh dinas kesehatan. Jika ada yang reaktif, kegiatan harus dihentikan. “Dan harus wajib prokes. Untuk zona hijau dan kuning,” beber Arif.

Arif menegaskan, pendisiplinan masyarakat dalam penerapan prokes perlu ditingkatkan. Ia meminta, pemerintah kecamatan dan desa terus berperan aktif melakukan himbuan dan penanganan di masyarakat untuk taat terhadap aturan yang berlaku. “Kalau ada masyarakat melanggar, jangan ragu menindak dengan menegur dan menertibkan mereka. Ini semata-mata untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penangan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto menuturkan, kasus aktif tercatat 226 pada Selasa (1/6) yang tersebar di 24 kecamatan. Kecamatan yang tidak memiliki kasus aktif, adalah Pejagoan dan Poncowarno. Sementara itu, kecamatan dengan kasus aktif di atas 10 ada di 7 kecamatan, yaitu Kebumen, Gombong, Puring, Alian, Petanahan, Sruweng, dan Padureso. “Dengan kasus baru ada penambahan 8 orang pada Selasa (1/6),” jelas Cokro.

Sementara penambahan pada Minggu (30/5) mencapai 37 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Namun di hari yang sama, ada 35 orang terkonfirmasi sembuh. Sedangkan pada Rabu (26/5), penambahan kasus positif Covid-19 di Kebumen mencapai 17 orang dan terkonfirmasi sembuh sebanyak 7 orang. Tercatat hingga Sabtu (29/5), hanya Kecamatan Poncowarno yang berzona hijau. Kecamatan Buayan, Ayah, Rowokele, Mirit, dan Karangsambung berzona kuning. Serta 20 kecamatan lainnya berzona orange. (eno/din/er)

Lainnya