Awas, Jangan Mandi di Pantai

Awas, Jangan Mandi di Pantai
Personel SAR memantau kondisi Pantai Menganti Kebumen saat terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan dua korban jiwa pada Minggu (30/5) lalu.

Radar Kebumen  Gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga hari ini (4/6). Peringatan tersebut sudah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung sejak Rabu (2/6).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Adnan Dendy Mardika menjelaskan, gelombang tinggi terjadi karena adanya siklon tropis Choi-wan 998 hPa di Perairan Timur Filipina. SIklon tropis ini berakibat pada ketinggian gelombang perairan Utara Kepulauan Sangihe sampai Kepulauan Talaud, serta perairan Utara Halmahera hingga Papua.
Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga 4,0 meter. Berpeluang terjadi di perairan selatan dan Samudera Hindia selatan wilayah Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Jogjakarta. Sementara untuk pola angin yang disebabkan oleh siklon tersebut, wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Tenggara menuju Barat Daya. Dengan kecepatan angin berkisar 5 Knot sampai 20 Knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian Selatan, dominan bergerak dari Timur ke Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 Knot sampai 25 Knot. “Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, Perairan Yos Sudarso, dan Laut Arafuru,” jelas Adnan kemarin (3/6).
Adnan berharap, masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Baik bagi masyarakat yang menggunakan perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal ukuran pesiar yang bisa digunakan saar kecepatan angin lebih dari 27 Knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. “Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” harapnya.
Sebelumnya, Bakohumas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengimbau kepada pelaku wisata dan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun pantai selalu waspada dan mengenakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Bagi wisatawan, diharapkan mampu mematuhi imbauan petugas dan jarak aman. “Jangan mandi di laut,” ungkap Heri.
Koordinator Tagana Kebumen Sukamsi menjelaskan, antisipasi adanya gelombang tinggi dilakukan dengan penjagaan dari berbagai pihak. Karena personel yang terbatas, penjagaan di pantai Selatan wilayah Kebumen dilakukan bersama dengan mitra lain. Mulai dari komunitas SAR Lawet Perkasa, nelayan, TNI AL, dan Polair. Pihaknya, juga telah berkoordinasi dengan SAR Cilacap. Terlebih untuk melakukan penjagaan di tujuh tempat pendaratan ikan di Kebumen dari Gondoruwok sampai Pedalen.
“Kami juga memantau dari wilayah Pantai Ayah sampai Pantai Suwuk,” jelas Kamsi. (eno/din/er)

Lainnya