Permudah ODGJ, Lansia, dan Disabilitas

Permudah ODGJ, Lansia, dan Disabilitas
Pelayanan door to door untuk perekaman KTP elektronik di Desa Jatiluhur, Karanganyar pada Rabu (2/6).

Radar Kebumen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen terus berupaya meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pelayanan door to door.

Kepala Disdukcapil Kebumen Maskhemi menjelaskan, pelayanan jemput bola dilakukan bagi warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Petugas akan datang langsung di rumah warga, dan pelayanan dikhususkan bagi yang sudah menginjak lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Layanan khusus ini juga berlaku bagi warga yang sedang mengalami sakit.
Pada Rabu (2/6) lalu, pihaknya mengaku melakukan pelayanan door to door di Desa Jatiluhur, Karanganyar. Terdapat lima orang yang telah melakukan perekaman KTP elektronik. Dengan rincian tiga ODGJ, satu orang penyandang disabilitas, dan satu orang lansia. “Atas nama Suwarti, Muniyah, Masilah, Kusumawati, dan Bakhitah Yatnaning Palupi,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan adanya pelayanan ini, masyarakat lebih dapat dijangkau dan terbantu untuk mengurus dokumen administrasi kependudukannya dengan mudah. Selain itu, pihaknya juga terus memaksimalkan progam GO LAK (Go Layanan Administrasi Kependudukan). Untuk menjangkau an memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan. seperti KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), dan akta pencatatan sipil.
Selama tiga hari di akhir Mei lalu, jemput bola secara massal di Desa Kaligubug, Kecamatan Padureso. Hasilnya, sebanyak 45 orang telah mengajukan cetak KTP elektronik, dan 14 orang telah melakukan perekaman KTP elektronik. Selain itu, terdapat pengurusan 41 KK, 203 akta kelahiran. “Dan ada 13 ajuan konsolidasi data,” bebernya.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menuturkan kebijakan administrasi kependudukan merupakan momentum yang cukup penting untuk tercapainya tertib administrasi di Kabupaten Kebumen. Sebab data kependudukan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan, pelayanan publik, pembangunan demokrasi dan pencegahan kriminal. Menurutnya, database kependudukan sudah semakin baik dan kekuatannya dapat dipertanggungjawabkan. “Sehingga perencanaan pembangunan yang kami laksanakan tepat sasaran,” ujarnya.

Saat ini, kata Arif, dibutuhkan kecepatan, sehingga inovasi seperti GO LAK pada Maret lalu, adalah langkah positif yang mutlak dilakukan, serta dibarengi dengan soliditas dan solidaritas. Inovasi ini tentu saja bermuara kepada layanan dengan mengedepankan nilai-nilai seperti nilai tambah, kecepatan, ketepatan, praktis, serta peningkatan kualitas untuk mewujudkan masyarakat tertib administrasi yang dapat menjamin hak dan kewajibannya. (eno/din/er)

Lainnya