Cegah Adanya Klaster Pengajian

Cegah Adanya Klaster Pengajian
Polsek Bulupesantren melakukan rapid test acak kepada jamaah pengajian Desa Banjurmukadan, Bulupesantren pada Sabtu (5/6).

Radar Kebumen Polsek Bulupesantren melakukan rapid test secara acak kepada jamaah pengajian di Masjid Al Hidayah Desa Banjurmukadan, Bulupesantren pada Sabtu (5/6). Hal ini dilakukan agar tidak ada klaster persebaran Covid-19 di kalangan jamaah pengajian.

Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman menjelaskan, setidaknya ada 20 jamaah yang melakukan rapid test antigen. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan para jamaah dan sebagai langkah antisipasi. Seluruhnya, hasil tes jamaah adalah negatif.

Kegiatan rapid test ini melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Buluspesantren, PPKM Mikro Desa Banjurmuka, dan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. “Tidak ada yang positif. Petugas pengamanan selalu mengingatkan untuk terus mematuhi protokol kesehatan 5M,” beber Tugiman.
Para jamaah pegajian, lanjut Tugiman, juga diiimbau untuk terus mengenakan masker selama kegiatan berlangsung. Selain itu, mereka juga diarahkan untuk mencuci tangan sebelum mengikuti pengajian.

Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto menuturkan, secara keseluruhan hingga Sabtu (5/6), kasus terkonfirmasi Covid-19 di kabupaten Kebumen tercatat 8.042. Dari sejumlah kasus terkonfirmasi tersebut dirawat 83, dirujuk 0, isolasi 196, meninggal 339, dan sembuh 7.410.

Hingga saat ini, penduduk yang telah menjalani pemeriksaan menggunakan rapid test massal sebanyak 36.074 orang atau 3 persen dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut sudah cukup memadai, jika dibandingkan di beberapa negara yang melakukan pemeriksaan yang sama. “Angkanya berkisar 2,5-3 persen dari jumlah penduduk,” kata Cokro.

Sementara itu, penduduk yang sudah dilakukan  pemeriksaan menggunakan PCR atau pemeriksaan swab tenggorokan mencapai 28.674 orang. Atau sebanyak 2,3 persen dari jumlah penduduk Kebumen. Angka tersebut juga dinilai sudah memenuhi target pemeriksaan. Jika dibandingkan dengan 0,1 persen dari jumlah penduduk menurut standar WHO. “Sementara itu pemeriksaan swab tenggorokan yang masih menunggu hasilnya keluar dari laboratorium sebesar 24 sampel,” ungkapnya.

Menurut Cokro, pada Sabtu (5/6), penambahan kasus terkonfirmasi positif baru mencapai 53 orang. Dengan angka kesembuhan di hari yang sama mencapai 16 orang dan 1 meninggal dunia. Sehingga total kasus aktif mencapai 279 tersebar di 24 Kecamatan. “Kecamatan yang tidak memiliki kasus aktif adalah Sadang dan  Poncowarno,” jelas Cokro. (eno/din/er)

Lainnya