Wisuda Hybrid, Cumlaude Tatap Muka

Wisuda Hybrid, Cumlaude Tatap Muka
CUMLAUDE: Suasana wisuda secara luring yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purworejo kemarin (6/6). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggelar wisuda berkonsep hydrid (perpaduan). Perpaduan sistem luring dan drive thru, layanan tanpa turun.

Wisuda hybrid tersebut dihelat dalam wisuda sarjana angkatan ke-64 tahun 2021 yang diselenggarakan kemarin (6/6). Wisuda diikuti 149 wisudawan.
Wisudawan berpredikat cumlaude (dengan pujian), terbaik, dan berprestasi nonakademik hadir mengikuti prosesi wisuda secara tatap muka. Sedangkan mahasiswa lainnya diwisuda secara drive thru.

Ketua Panitia Wisuda Angkatan Ke-64 Agung Setiawan mengatakan, konsep hybrid dipilih sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). “Prosesi wisuda konvensional biasanya kan menghadirkan banyak orang, baik orang tua atau keluarga wisudawan. Namun, dengan metode hybrid ini kami tetap coba menghidari kerumunan,” katanya kemarin (6/6).

Dijelaskan, wisuda hybrid sekaligus menjadi bagian dari rencana pembelajaran di UMP yang juga dilaksanakan secara blended learning. Yakni, sebuah konsep pendidikan yang mengkombinasikan metode kuliah tatap muka di ruang kelas dengan e-learning.

Setelah pandemi nanti, kebiasaan baru pendidikan ini akan diteruskan dan disempurnakan hingga memenuhi konsep blended learning.

Menurutnya, di masa depan dunia pendidikan akan benar-benar berada dalam era education 4.0. ”Era education 4.0 adalah pembelajaran daring. Di mana, pendidik dan peserta didik pada saat yang sama dalam aplikasi atau platform internet berinteraksi satu sama lain, laiknya pembelajaran konvensional yang telah dilakukan selama ini,” jelasnya.

Rektor UMP Dr Rofiq Nurhadi MAg menjelaskan, saat ini persaingan dalam semua aspek kehidupan semakin ketat. Para wisudawan harus mempunyai kompetensi yang dapat diandalkan.

Menurutnya, pendidikan dan pengalaman selama menjalani kuliah harus bisa menjadi bekal dalam berpikir dan bertindak. Harus menjadi insan intelektual yang mengedepankan perilaku yang bermartabat dan berbudaya.

“Nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan darma bakti saudara berguna untuk membangun bangsa dan negara dengan berdaya saing di pasar global atau menjadi wirausahawan maupun profesional muda yang andal,” harapnya. (tom/amd)

Lainnya