Lanjutkan Cita-Cita sang Ayahnya

Lanjutkan Cita-Cita sang Ayahnya
Jasmine Yessenia Al Fath menunjukkan medali yang dia peroleh di Kejuaraan Kapolri Cup 2 Tingkat Nasional 2019 lalu.

Radar Kebumen Namanya Jazmine Yessenia Al Fath, 14. Si cantik ini adalah taekwondoin. Prestasinya terbilang lumayan bagus di usianya sekarang. Olahraga “keras” itu  sudah dia geluti sejak putri pasangan Triyo Rachmadi- Titi Pudji Rahayu ini duduk bangku sekolah dasar (SD). Keinginannya untuk terus belajar taekwondo, didapatkannya dari sang ayah Triyo Rachmadi.
Sejatinya Jazmine tidak memiliki background keluarga yang menyukai olahraga. Jasmine hanya meneruskan keinginan sang ayah. Konon, sang ayah hanya pernah mengikuti latihan taekwondo selama dua kali, ayah Jasmine lalu keluar saat itu. Dikarenakan biaya yang tidak sesuai dengan keadaan keluarga.

Merasa tidak mampu menyelesaikan apa yang diinginkannya, sang ayah kemudian mengutarakan keinginannya kepada Jasmine. Untuk bisa belajar taekwondo, menggantikan sang Ayah. “Memilih taekwondo awalnya dorongan orang tua,” ungkap siswa kelas VIII SMPN 2 Kebumen itu kemarin (7/6).

Jasmine memilih taekwondo juga bukan tanpa alasan. Dari segi keamanan, taekwondo memiliki pelindung lengkap untuk seluruh tubuh. Sehhingga saat bertanding atau bertarung, tubuh akan tetap aman meskipun dengan teknik full power.

Bulan ini, kata Jasmine, ia akan melaksanakan kenaikan sabuk si Purwokerto. Dari geup 2 atau sabuk merah strip hitam 1 ke geup 1 yang berarti sabuk merah strip hitam 2. “Sekarang saya masih di geup 2,” bebernya.

Jasmine juga telah menorehkan banyak prestasi. Selain mampu menjuarai Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Jateng cabang olahraga takwondo, Jasmine juga pernah mengijuti JTF (Jakarta Taekwondo Festival) tingkat Nasional 2013. Serta menyabet juara 1 Kejuaraan Kapolri Cup 2 Tingkat Nasional 2019 lalu. Saat ini, ia sedang mengikuti Kejuaraan Internasional Kota Bandung secara virtual.

Pernah mengikuti perlombaan virtual saat POPDA Jaten, Jasmine merasa nyaman karena hanya berhadapan dengan kamera dan bukan dewan juri. Selain itu, perlombaan secara virtual lebih menghemat biaya karena dilakukan di daerah masing-masing. “Impian saya selanjutnya dalam taekwondo adalah ingin meraih juara  dalam kejuaraan internasional,” harap Jasmine yang tinggal bersama orangtuanya di Kedungjati, Jatisari, Kecamatan Kebumen ini.(eno/din/er)

Lainnya