PTM Akan Dievaluasi Bertahap

PTM Akan Dievaluasi Bertahap
Seorang siswa belajar secara daring dari rumah. Di wilayah Kebumen PTM saat ini, hanya diizinkan untuk sekolah yang berada di zona hijau.

RADAR KEBUMEN Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Kebumen sudah dilaksanakan sejak Senin (7/6) lalu. Karena masih dalam tahap uji coba, nantinya pelaksanaan PTM akan dievaluasi secara bertahap.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, dalam masa uji coba, pihaknya meninjau salah satu sekolah di Kecamatan Karanganyar. Yaitu SD Panjatan untuk memastikan protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan dengan tertib atau tidak.
Sebelum melaksanakan pembelajaran, semua guru sudah dilakukan tes swab. Jika hasilnya negatif, pembelajaran bisa dilaksanakan. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, di sekolah wajib taat memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat berinteraksi. “Pembelajaran secara tatap muka berjalan dengan baik, pihak sekolah juga sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai yang diarahkan Satgas Covid-19,” jelas Arif.
PTM saat ini, hanya diizinkan untuk sekolah yang berada di zona hijau. Waktu PTM, dilakukan hanya sekita empat jam. Siswa yang mengikuti PTM, juga bergantian dengan siswa lainnya di hari yang lain. Jumlah setiap kelas, juga dibatasi mencapai 50 persen dari total siswa agar ada jarak antara siswa.
Sebelumnya, pemerintah pusat juga menghimbau agar vaksinasi guru bisa diselesaikan sebelum PTM dimulai. Oleh karena itu, vaksinasi terhadap tenaga pendidik harus diprioritaskan. Pada April lalu, vaksinasi Covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Kebumen mencapai 80 persen. Persentase tersebut didapatkan dari sekitar 10 ribu pendidik dan tenaga kependidikan yang telah terdaftar mendapatkan jatah vaksin.
Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Budi Satriyo menjelaskan adanya tenaga kependidikan dan pendidik yang belum mendapatkan vaksinasi karena beberapa alasan. Diantaranya adalah adanya penyakit penyerta, yang bersangkutan berada di luar kota saat pelaksanaan vaksin, serta baru saja terpapar Covid-19. “Tanggal 9 April, pendidik dan tenaga kependidikan mencapai 6.061 yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sedangkan baru 3.715 orang yang mendapatkan suntikan dosis kedua,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto menuturkan capaian vaksinasi terhadap tenaga pendidik di Kebumen mencapai 15.791 dosis pada Senin (7/6). “Dengan rincian dosis pertama diterima oleh 8.615 tenaga pendidik, dan 7.176 lainnya sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua,” ungkap Cokro.
Saat ini, Kebumen masih memprioritaskan vaksinasi bagi lansia. Dari 220 ribu jiwa lansia yang ada di Kebumen, program vaksinasi baru mencapai 15-20 persen. Program vaksinasi tahap 1 untuk lansia sudah bisa dilakukan di seluruh puskesmas di Kebumen sejak akhir Mei lalu. Ditargetkan, vaksinasi lansia akan selesai pada 2021. (eno/din/er)

Lainnya