Pemkab Tak Berlakukan Lockdown

Pemkab Tak Berlakukan Lockdown
PELAJARAN: Bupati Purworejo Agus Bastian memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di RSUD Tjitrowardojo (10/6). (Hendri utomo/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo tidak memberlakukan penutupan akses (lockdown) dalam penanganan letupan kasus virus korona (Covid-19) di Desa Brenggong, Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Pemkab memilih menerapkan kebijakan isolasi terpusat.

“Kami mengambil opsi pengawasan ketat kepada warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” jelas Bupati Purworejo Agus Bastian dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama forkopimda dan pejabat terkait di RSUD Tjitrowardojo Kamis petang (10/6).

Hingga hari ini, swab telah dilakukan terhadap 113 warga Desa Brenggong. Mereka berasal dari sekitar 46 rumah di empat pedukuhan.

Dari hasil swab itu diketahui ada 79 orang dinyatakan positif, 3 orang meninggal, 2 dirawat, 74 OTG, dan negatif 4 orang. Sedangkan 30 orang masih menunggu hasil swab.

Bastian menegaskan, pemkab segera mendirikan dapur umum. Ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan keluarga yang ikut menjalani isolasi mandiri. “Kalau hanya OTG (rang tanpa gejala), menurut saya bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Semua kebutuhan esensial harus dicukupi. Termasuk untuk makan tiga kali sehari,” tegasnya.

Mencermati lonjakan kasus Covid-19 di Desa Brenggolan, Bastian menyatakan, warga hanya perlu menjalani isolasi mandiri sekitar tujuh hari lagi. “Suplai makanan dari luar dalam bentuk sudah matang. Jika kurang, baru belanja ke luar. Sebab, logistik yang ada juga terbatas,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih fluktuatif. Namun, bisa dikatakan sudah relatif melandai.

Berdasarkan data, terdapat 443 dari 494 desa dan kelurahan tidak steril dari Covid-19. Ada warga yang terpapar Covid-19 di ratusan desa dan kelurahan tersebut.

“Kondisi Purworejo fluktuatif. Pernah merah, ke kuning menuju hijau. Namun, dengan kasus di Brenggong, Purworejo saat ini kembali ke oranye. Untuk itu, masyarakat harus paham dan sadar, Covid-19 masih ada sehingga tidak boleh kendor menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bastian berharap masyarakat bisa membantuan bintara pembina desa (babinsa) dan bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas). Masyarakat wajib mengaktifkan Jogo Tonggo.

Hal ini agar warga yang terpapar Covid-19 dapat ditangani dengan cepat dan baik. “Semoga kasus Brenggong dapat dijadikan pelajaran agar tetap waspada dalam menangani Covid-19. Kita harus selalu siap jika terjadi ledakan, saat ini baru terjadi letupan. Kalau letupan masih bisa kami padamkan,” harapnya.

Lainnya