Mulai Dibangun Desember Mendatang

Mulai Dibangun Desember Mendatang
Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Bupati Kabumen Arif Sugiyanto melakukan kunjungan ke Kali Buntu, Klirong Selasa (18/5).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Kawasan industri perikanan yang akan dibangun di wilayah pesisir selatan Kebumen akan dimulai Desember mendatang. Hal ini terlihat dengan rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan melakukan groundbreaking atau pelatakan batu pertama pembangunan Shrimp Estate atau Tambak Udang Modern di wilayah selatan Kebumen pada Desember 2021.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, untuk proses pembangunan akan dilaksanakan pada 2022. Saat ini, pihaknya telah mempersiapkan lahan 100 hektare untuk membangun kawasan industri tersebut. Tak tanggung-tanggung anggaran yang disiapkan pemerintah pusat dalam proses pembangunan mencapai Rp 1 Triliun. “Secara administrasi kami sedang menyiapkan semua agar syarat-syaratnya terpenuhi. Dan kawasan industri bisa segara dibangun,” harap Arif.
Dengan adanya kawasan industri perikanan, Arif berharap akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kabupaten. Serta bisa menumbuhkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat dan bisa menyerap tenaga kerja baru. Nantinya, pengelolaan ikan maupun udang akan dikembangkan mulai dari Kecamatan Puring, Petanahan, hingga Kecamatan Klirong.
Arif menyebut produktivitas tambak udang berkontribusi hingga Rp 400 Juta terhadap PAD setiap tahun. Hal ini belum dirasa maksimal karena panen yanh dihasilkan hanya mencapai 5 ton-7 ton per hektare. Capaian angka tersebut dikarenakan tambak udang di Kebumen masih didominasi dengan teknologi semi intensif.
Sehingga hal ini perlu dikembangkan lagi. Jika dikelola secara profesional, perolehan panen bisa mencapai 35-40 ton dalam setiap musim panen. Oleh karena itu, shrimp estate diharapkan Kebumen bisa menjadi pelopor budidaya udang modern di Indonesia. Dengan hasil produksi yang melimpah dan berkualitas tinggi. “Sebab ada campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya,” bebernya.
Nantinya, kawasan industri perikanan akan dikelola secara professional. Sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Dengan begitu hasilnya bisa langsung di ekspor. Dari segi perizinan, Arif juga akan membuka secara luas dan memastikan tidak adanya embel-embel bersifat suap. “Perizinan kami buka seluas-luasnya tidak ada yang di bawah meja, tidak ada uang di bawah tangan, dan tidak ada uang salam tempel,” tegas bupati. (eno/din/er)

Lainnya