Bantah One Way System Habiskan Rp 22 M

Bantah One Way System Habiskan Rp 22 M
Pemberlakuan jalan satu arah di beberapa ruas jalan di Kota Kebumen mulai dipermanenkan. Hal ini berlaku setelah uji coba dilakukan satu bulan lamanya.

RADAR KEBUMEN Bupati Kebumen Arif Sugiyanto membantah penerapan jalan satu arah atau one way system di jalan protokol Kebumen akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 22 Miliar. Adanya penambahan anggaran, dikabarkan sebagian besar akan digunakan untuk membenahi infrastruktur di kawasan jaln satu arah tersebut.
Sejauh ini, kata Arif, Pemerintah Kabupaten Kebumen menggunakan anggaran yang sudah ada untuk penerapan jalur satu arah. Ia menekankan, pihaknya tidak mengadakan penambahan anggaran untuk itu. “Kabar atau isu tersebut jelas tidak benar. Yang jelas untuk jalur satu arah ini pemkab menggunakan anggaran yang sudah ada, dan sama sekali tidak menambahkan anggaran dana,” ungkap Arif kemarin (14/6).
Pos anggaran yang tersedia saat ini tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Mengingat penerapan jalur satu arah melibatkan berbagai unsur. Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen dengan anggaran program tersebut mencapai Rp 14 Miliar.
Anggaran yang tersedia, bukan untuk one way system. Melainkan untuk penataan irigasi kota di bagian jalan, seperti Tugu Lawet. Hal ini karena seringnya banjir karena air meluap. “Seperti kita ketahui, saat turun hujan Tugu Lawet banjir. Saluran drainase harus dibenahi, jadi tidak ada anggaran untuk jalur satu arah,” kata Arif.
Pemkab Kebumen akan menggunakan anggaran yang sudah ada seefektif mungkin. Melibatkan dinas perhubungan untuk sarana dan pra sarana jalan, Arif mengaku nantinya lampu-lampu pengatur lalu lintas akan menggunakan yang sudah ada di dinas terkait. Bukan pengadaan baru lagi. Dan yang ada, juga akan digunakan untuk perbaikan trotoar, jalan, taman, jalur khusus sepeda dan parkir.

Pelaksanaan uji coba jalur satu arah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021 tentang tata kota. Menurutnya hal ini penting diketahui masyarakat, karena pemerintah fokus pada penataan kota. “Salah satunya jalan,” ungkapnya. (eno/din/er)

Lainnya