Dari Batu Abu-Abu, Jadi Satu Kesatuan Benda

Dari Batu Abu-Abu, Jadi Satu Kesatuan Benda
REGISTER: Yoni dan catra yang ditemukan di Dusun Durenombo, Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Tiga benda yang diperkirakan sebagai benda cagar budaya ditemukan di Kecamatan Bagelen. Yakni, stamba, yoni, dan catra. Ketiga benda muncul setelah tebing longsor pada 2019.

Ada penemuan tiga benda yang diduga cagar budaya. Tepatnya, di pekarangan rumah milik Sudar Rohmadi di RT 12 RW 04 Dusun Durenombo, Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Ada tiga benda yang ditemukan. Yakni, stamba, yoni, dan catra.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo turun tangan. Mereka meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Durensari merawat dan melindungi benda tersebut. Yakni, dengan membuat pagar pembatas sederhana.
“Ada tiga benda temuan. Yakni, stamba, yoni, dan catra,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinparbud Kabupaten Purworejo Agung Pranoto kepada Radar Purworejo Senin (14/6).

Agung langsung datang ke lokasi. Agung menyebutkan, berdasarkan laporan dari masyarakat benda tersebut muncul karena ada tebing yang longsor pada 2019 lalu.

Dijelaskan, dari penelitian awal, stamba yang ditemukan terbuat dari batu berwarna abu-abu berbentuk lonjong. Ukuran panjang badan 93 centimeter (cm) dengan diameter bagian atas 46 cm, bagian tengah 44 cm, dan bagian bawah 49 cm.

“Bagian atas berbentuk kotak dengan ukuran 19 kali 19 centimeter. Kondisinya kurang terawat dan ditemukan dalam posisi tergeletak,” jelasnya.

Sedangkan yoni terbuat dari batu berwarna abu-abu. Bentuknya kotak dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 60 cm, dan tebal 26 cm. Di bagian atas terdapat lubang persegi dengan ukuran 22 x 24 cm dan kedalaman lubang 13,5 cm.

“Kondisi utuh, kurang terawat. Itu ditemukan setelah tebing sisi jalan longsor sehingga benda bergeser dari tempat semula,” ujar dia.

Sementara itu, catra yang ditemukan terbuat dari batu berwarna abu-abu. Bentuknya menyerupai piring dengan diameter 24,5 cm dan tebal 7,7 cm. Saat ditemukan dalam kondisi pecah menjadi dua bagian.

Agung menegaskan, ketiga benda tersebut jika disatukan menjadi satu kesatuan benda. “Kalau diukur-ukur, ketiga benda tersebut jika disatukan pas. Jadi satu kesatuan benda. Sudah kami data dan kami beri nomor registrasi,” tandasnya. (han/amd)

Lainnya