Perketat Pengawasan karena Isoman Gagal

Perketat Pengawasan karena Isoman Gagal
Suasana Alun-Alun Kebumen yang dipotret beberapa waktu lalu. Karena terjadi peningkatan kasus Covid-19, aktivitas masyarakat di lokasi ini akan dibatasi.

RADAR KEBUMEN Kasus aktif di sebagian besar kecamatan wilayah Kabupaten Kebumen di atas 15 kasus. Hal ini disebabkan banyaknya klaster mantenan, keluarga, serta kegiatan ibadah yang tidak menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto menjelaskan, meskipun isolasi mandiri dilakukan oleh masyarakat, namun hal ini dinilai tidak berhasil. Oleh karena itu, kasus terkonfirmasi positif tanpa gejala akan dikarantina terpusat selama 10 hari. Saat ini, setiap kecamatan sudah disiapkan tempat karantina terpusat. “Karena isolasi mandiri dinilai gagal,” ungkap Cokro kemarin (14/6).

Nantinya, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 akan dilakukan penjemputan untuk melakukan isolasi mandiri. Selain tempat karantina, rumah sakit darurat juga disiapkan untuk kasus terkonfirmasi dengan gejala. Berlokasi di balai pengobatan paru di Panjer.

Untuk mengantisipasi adanya persebaran Covid-19 semakin meluas, kata Cokro, mulai kemarin (14/6) hingga 14 hari ke depan hajatan yang ada di Kebumen wajib mengajukan izin. Tuan rumah hajatan, harus membuat pernyataan di atas materai dan siap bertanggungjawab. Pemberian izin, juga hanya akan dilakukan di wilayah dengan zona hijau.

Jika hajatan tidak mengantongi izin, maka akan dibubarkan. Selain hajatan, selama dua minggu ke depan semua tempat ibadah juga akan ditutup. Kegiatan keagamaan bisa dilakukan di rumah maupun daring. “Mal, toko, cafe ditutup pukul 19.00. Sedangkan Alun-Alun pukul 21.00,” ungkap Cokro.

Hingga Sabtu (12/6), kasus aktif Covid-19 di Kebumen mencapai 412 yang tersebar di 25 kecamatan. Dengan tambahan kasus terkonfirmasi positif baru sebanyak 51 orang. Di hari yang sama pula, kasus terkonfirmasi sembuh mencapai 29 orang dengan kasus meninggal dunia berjumlah 3 orang. Saat ini, hanya Kecamatan Poncowarno yang tidak memiliki kasus aktif. Sementara itu, kecamatan dengan kasus aktif di atas 10, ada di 17 kecamatan. “Masih ada 70 sampel sediaan PCR atau pemeriksaan swab tenggorokan yang masih menunggu hasilnya keluar dari laboratorium,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amirudin mengaku akan menutup sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) jika ada kasus positif Covid-19 di tingkat desa. Sebelumnya, PTM sudah diizinkan setidaknya di 6 kecamatan. Hanya saja, ada beberapa sekolah yang sudah diberhentikan sebelumnya saat diketahui ada kasus positif Covid-19. “Kalau desa itu tidak hijau lagi, maka sekolah yang ada di desa tersebut akan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ),” bebernya. (eno/din/er)

Lainnya